Pelatihan Membatik PKW 2026 di Padang Resmi Ditutup, Peserta Didorong Jadi Wirausaha

2 hours ago 3

Langgam.id — Pelatihan Membatik melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 resmi ditutup di Sekretariat Dekranasda Kota Padang, Kamis (20/8/2026).

Pelatihan tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengembangkan keterampilan membatik sekaligus mempersiapkan diri menjadi pelaku usaha mandiri.

Ketua Dekranasda Kota Padang, dr. Dian Puspita Fadly Amran, mengapresiasi panitia, instruktur, dan narasumber yang telah mendampingi peserta selama mengikuti pelatihan.

Menurut Dian, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai teknik membatik, tetapi juga pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Adik-adik telah mengikuti proses belajar mulai dari mengenal bahan dan peralatan, membuat pola, mencanting, melakukan pewarnaan hingga menghasilkan karya-karya terbaik. Keterampilan tersebut tentu menjadi bekal yang sangat berharga dan harus terus dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun kepercayaan diri, serta menciptakan masa depan yang lebih mandiri,” katanya.

Dian menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya diukur dari diperolehnya sertifikat maupun selesainya produk selama pelatihan.

Peserta, katanya, baru dapat dikatakan berhasil apabila keterampilan yang diperoleh mampu dikembangkan menjadi sumber penghasilan, bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Jangan berhenti hanya sampai mendapatkan sertifikat atau menghasilkan produk selama pelatihan. Kalian dikatakan berhasil apabila keterampilan yang diperoleh ini dapat menghasilkan sumber penghasilan dan bahkan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Ia mendorong peserta untuk terus berlatih, meningkatkan kualitas produk, membangun usaha dengan sungguh-sungguh, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.

Dian juga mengingatkan agar inovasi dalam membatik tetap berpijak pada kekayaan budaya dan identitas Minangkabau. Menurutnya, batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi juga mencerminkan ketelitian, ketekunan, nilai budaya, sekaligus memiliki peluang ekonomi.

“Jangan merasa kecil karena baru memulai usaha. Setiap usaha besar selalu dimulai dari langkah pertama. Yang menentukan keberhasilan bukan hanya besarnya modal, tetapi kemauan untuk belajar, ketekunan menjaga kualitas, dan keberanian untuk terus mencoba,” katanya.

Dekranasda Kota Padang, lanjut Dian, akan terus mendorong pengembangan kerajinan melalui pembinaan, promosi, hingga perluasan akses pemasaran. Dukungan tersebut diharapkan dibarengi dengan kesungguhan peserta dalam menjaga kualitas dan keberanian memasarkan produk.

Sementara itu, Kepala Disnakerin Kota Padang sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, mengatakan pelatihan membatik tersebut telah berlangsung sebanyak 31 kali pertemuan.

Setiap pertemuan berlangsung selama delapan jam. Penutupan kegiatan ditandai dengan melihat hasil karya yang dihasilkan peserta selama mengikuti pelatihan.

“Dengan pelatihan ini, kita tentu berharap tidak berhenti di sini saja. Peserta perlu mengembangkan model dan produknya setelah pelatihan. Kami berharap mereka dapat mandiri, baik dengan berwirausaha maupun bekerja di tempat usaha membatik. Namun, saya pribadi berharap mereka bisa menjadi wirausaha dan membuka lapangan kerja,” ujar Ferri.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat memiliki sumber penghasilan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Karena itu, keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan diharapkan terus dikembangkan melalui inovasi agar produk yang dihasilkan mampu diterima berbagai kalangan.

Selain mendapatkan pelatihan, peserta PKW Tahun 2026 juga memperoleh bantuan biaya transportasi sebesar Rp2.635.000 per peserta yang bersumber dari APBD Kota Padang Tahun 2026.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tanpa terbebani biaya transportasi.

Ferri menyebutkan, dampak pelatihan mulai terlihat dengan adanya sejumlah pelaku usaha batik yang telah meminta peserta untuk bergabung.

“Alhamdulillah, ada beberapa tempat usaha batik yang sudah meminta para peserta pelatihan kita. Jadi, pelatihan ini tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga mulai menghasilkan wirausaha-wirausaha baru,” katanya.

Ia berharap para peserta tidak berhenti belajar setelah pelatihan berakhir, tetapi terus mengembangkan produk, melakukan inovasi, dan memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh untuk membangun usaha.

Dengan berakhirnya pelatihan, peserta diharapkan mampu membawa keterampilan membatik ke tahap berikutnya. Mulai dari mencanting hingga mengolah motif dan warna, keterampilan tersebut diharapkan berkembang menjadi produk bernilai jual sekaligus memperkuat identitas kerajinan Kota Padang. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |