Transformasi Digital Jadi Kunci Optimalisasi Pajak dan Retribusi

9 hours ago 14
Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, saat memberikan sambutan dalam High Level Meeting & Capacity Building.

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi mulai memetakan langkah serius untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak dan retribusi.

Upaya tersebut mengemuka dalam kegiatan High Level Meeting & Capacity Building yang digelar di ruang pertemuan Bank BJB Cabang Sukabumi, Jumat (22/8), dengan menghadirkan seluruh unsur strategis pemerintahan dan mitra terkait.

Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Andang Tjahjandi, bersama jajaran pimpinan Bank BJB, PT Jasa Raharja Cabang Sukabumi, Kepala BPKPD, kepala perangkat daerah, para camat hingga lurah se-Kota Sukabumi.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi agenda koordinasi, tetapi juga forum evaluasi terhadap tantangan pengelolaan pajak daerah.

Andang menegaskan penguatan PAD menjadi kebutuhan mendesak di tengah tuntutan pembangunan dan pelayanan publik yang terus meningkat.

“Pajak dan retribusi daerah merupakan tulang punggung pembiayaan pembangunan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara maksimal, profesional, dan berbasis data yang akurat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan masih banyak potensi pajak yang belum tergali secara optimal. Selain itu, tingkat kepatuhan wajib pajak perlu ditingkatkan, sementara sistem basis data perpajakan antarlembaga belum sepenuhnya terintegrasi.

Kondisi tersebut membuat identifikasi potensi pajak maupun pengawasan di lapangan belum berjalan maksimal. Karena itu, Pemkot mendorong penguatan sistem digital dan integrasi data lintas sektor sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan.

Menurut Andang, penggunaan data spasial berbasis teknologi menjadi langkah penting untuk meningkatkan akurasi pendataan objek pajak sekaligus meminimalisasi potensi tumpang tindih data. Dengan sistem terintegrasi, pemerintah lebih mudah memetakan potensi pendapatan sekaligus memperkuat pengawasan secara real time.

“Integrasi data menjadi hal yang sangat penting agar pengelolaan pajak daerah lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Ini bagian dari semangat good governance dan transformasi digital pemerintahan daerah,” tegasnya.

Selain strategi optimalisasi pajak, kegiatan capacity building juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dalam pengelolaan pendapatan daerah. Peningkatan kompetensi SDM dinilai krusial agar reformasi tata kelola pajak berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, seluruh perangkat daerah didorong memperkuat kolaborasi lintas sektor. Optimalisasi PAD tidak bisa dibebankan hanya kepada satu instansi, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan masyarakat.

Sekda Kota Sukabumi berharap kegiatan ini mampu melahirkan komitmen bersama membangun sistem pengelolaan pajak dan retribusi daerah yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.

“Sinergi harus terus diperkuat. Semua perangkat daerah memiliki peran dalam mendorong peningkatan PAD demi pembangunan Kota Sukabumi yang lebih maju dan pelayanan publik yang semakin baik,” pungkasnya.(bam/d)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |