Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, Bulog Sumbar Siap Serap Panen Raya

1 day ago 17

Langgam.id — Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog resmi menembus angka 5.000.198 ton. Capaian ini dinilai sebagai tonggak penting dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional di tengah tekanan global.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya produktivitas sektor pertanian nasional sekaligus efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Gudang Bulog saat ini penuh oleh beras produksi petani. Ini menunjukkan Indonesia benar-benar dalam kondisi swasembada pangan,” ujar Rizal saat meninjau gudang Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026), bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Menurut Rizal, seluruh fasilitas penyimpanan Bulog, baik gudang milik sendiri maupun mitra, telah terisi. Dengan dukungan lebih dari 1.500 gudang milik sendiri dan sekitar 1.200 gudang mitra di seluruh Indonesia, distribusi beras dinilai dapat berjalan lebih merata dan efisien.

Ia menambahkan, besarnya cadangan beras menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai risiko ke depan, mulai dari dinamika geopolitik global hingga ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Selain menjaga stabilitas harga, Bulog juga berperan sebagai instrumen strategis dalam menjamin pasokan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor, mulai dari penyerapan gabah petani hingga penguatan infrastruktur pangan.

“Terima kasih kepada Bulog yang telah bekerja keras hingga stok beras pemerintah mencapai 5 juta ton,” ujarnya.

Sementara itu, di Sumatera Barat, Perum Bulog menyatakan kesiapan menghadapi puncak panen raya yang diperkirakan berlangsung pada akhir April hingga Mei 2026.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Barat, R. Darma Wijaya, mengatakan bahwa berbagai langkah persiapan telah dilakukan sejak awal tahun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani.

Lampiran Gambar

“Hingga saat ini, harga gabah di tingkat petani masih berada di angka Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen,” ujarnya.

Harga tersebut dinilai cukup menguntungkan bagi petani dan mampu menjaga gairah produksi selama musim panen. Hingga pertengahan April, realisasi penyerapan gabah oleh Bulog Sumbar telah mencapai sekitar 52 persen atau setara 2.600 ton.

Bulog Sumbar optimistis target penyerapan dapat tercapai hingga akhir tahun, seiring masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah sentra produksi.

Fokus penyerapan diarahkan ke wilayah lumbung padi seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Dharmasraya. Di daerah tersebut, Bulog memastikan kesiapan infrastruktur, termasuk gudang penyimpanan dan jaringan distribusi, agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal.

Selain itu, Bulog juga berupaya menjaga stabilitas harga agar tetap berpihak kepada petani sekaligus terjangkau bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dengan kesiapan tersebut, Bulog Sumatera Barat diharapkan mampu mengoptimalkan momentum panen raya tahun ini sekaligus menjaga ketersediaan stok beras di pasaran.

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |