Langgam.id — Sebanyak 30 pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Padang Panjang mendapat penguatan keterampilan untuk meningkatkan daya saing produk fesyen. Penguatan tersebut diberikan melalui Workshop Teknis Menjahit Pakaian Ready to Wear yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Pemerintah Kota Padang Panjang.
Workshop berlangsung di Hotel Rangkayo Basa, Silaing Bawah, Rabu (19/8/2026), dan dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga 23 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Direktorat Fesyen, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf dengan Dinas Pariwisata dan Olahraga (Porapar) Kota Padang Panjang.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya dalam menghasilkan produk fesyen yang lebih berkualitas, sesuai kebutuhan pasar dan memiliki daya saing.
Sebelum workshop dilaksanakan, Direktorat Fesyen Kemenekraf terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap kebutuhan dan potensi pelaku usaha. Pemetaan tersebut mencakup pengembangan produk fesyen, peningkatan kapasitas produksi serta penguatan manajemen usaha.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pelaku ekraf di daerah tersebut. Menurutnya, peningkatan keterampilan menjadi bagian penting dalam mendorong pelaku usaha meningkatkan produktivitas dan mengembangkan produknya.
“Ini menjadi ilmu baru bagi kita di Padang Panjang. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha, sehingga mereka semakin produktif, mampu mengembangkan usaha, dan menghasilkan produk yang memiliki daya saing,” ujar Hendri, dikutip Kamis (20/8/2026).
Ia menilai pengembangan UMKM dan ekraf membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk pelatihan keterampilan, tetapi juga pendampingan usaha dan perluasan akses pemasaran.
Hendri berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat sehingga semakin banyak pelaku ekraf memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas serta mengembangkan produk yang mampu bersaing di pasar.
Sementara itu, Plt. Direktur Fesyen Kemenekraf Amir Hamzah mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kapasitas pelaku ekraf agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Menurutnya, penguatan pelaku fesyen tidak cukup hanya melalui keterampilan teknis produksi. Pelaku usaha juga perlu memahami aspek manajemen dan pemasaran agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta mendapatkan wawasan dan keterampilan baru, tidak hanya dalam produksi, tetapi juga dalam pengembangan manajemen dan pemasaran. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan untuk membangun kembali sekaligus mengembangkan usaha mereka,” katanya.
Selama workshop, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik menjahit pakaian Ready to Wear, pengembangan produk, hingga penguatan pengelolaan usaha.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, para pelaku ekraf diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga lebih siap mengikuti perkembangan tren fesyen dan kebutuhan konsumen.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Padang Panjang melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produk lokal. (HER)

9 hours ago
14
















































