Memintal Cahaya Khidmah, Menjemput Rahmat di Bumi Al-Masthuriyah

21 hours ago 13
Nasehat Drs.KH.Abdul Aziz Masthuro - Pimpinan Pondok Pesantren Al Masthuriyah (pada acara Halal Bihalal PD-Kalam Sukabumi, 02 Mei 2026) Nasehat Drs.KH.Abdul Aziz Masthuro - Pimpinan Pondok Pesantren Al Masthuriyah (pada acara Halal Bihalal PD-Kalam Sukabumi, 02 Mei 2026)

GEDUNG Serbaguna Al-Masthuriyah penuh sesak. Ribuan alumni berkumpul. PD-Kalam Sukabumi jadi wadahnya. Suasana khidmat. Wasiat spiritual mengalir dari KH. Abdul Aziz Masthuro. Tidak hanya menyentuh akal. Tapi juga menggetarkan hati.

1. Khidmah: Jembatan Agung Menuju Kedekatan Illahi

Ukhuwwah bukan sekadar kumpul badan. Tapi penyatuan ruh. Fondasi utama santri dan alumni: khidmah kepada guru. قال العلماء: خِدْمَةُ الشُّيُوْخِ قُرْبَةٌ عَظِيْمَةٌ وَمَنْقَبَةٌ جَسِيْمَةٌ Para ulama berkata: berkhidmat kepada guru adalah ibadah agung, kemuliaan besar. Dengan khidmah, pintu keberkahan terbuka. Kadang lebih luas daripada sekadar membaca teks kitab.

2. Sinergi Alumni: Menyatukan Potensi, Membangun Negeri

Alumni Al-Masthuriyah itu seperti mutiara. Indah, tapi tercecer. KH. Aziz mengingatkan: jangan biarkan tercerai-berai. Satukan. Agar manfaatnya lebih luas. أَلَا خُلَفَاءُ الرَّحْمَةِ مِنَ اللهِ Ketahuilah, rahmat Allah turun kepada para wakil rahmat-Nya.

3. Ma’iyatullah: Menjaga Keterikatan Spiritual

Hidup di luar pesantren itu penuh arah. Kadang membingungkan. Kompasnya: tetap bersama Allah. كُنْ مَنَ اللهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ مَعَ اللهِ، فَكُنْ مَعَ مَنْ كَانَ مَعَ اللهِ Jadilah bagian dari Allah. Jika belum mampu, dekatlah dengan orang-orang yang selalu bersama Allah.

4. Adab Berziarah dan Tabarruk yang Benar

Ziarah ke maqbarah pendiri pesantren bukan sekadar ritual. Itu tabarruk. Tapi jangan salah adab. Jangan ambil benda. Keberkahan ada pada doa. Pada kedekatan batin.

5. Menjaga Sanad dan Mahabbah melalui Silaturahmi

Cinta murid kepada lembaga adalah tanda hidupnya sanad. Jangan putus. Caranya: jaga silaturahmi. Amanahkan anak-anak kembali ke pesantren. Biarkan rantai ilmu tetap berputar.

Manifestasi Halal Bihalal dalam Cahaya Al-Qur’an

Halal bihalal bukan seremoni. Itu momentum. Membersihkan drainase hati dari dendam. Agar rahmat Allah mengalir deras. Surat Ali Imran ayat 133-134 jadi landasan: orang bertakwa itu yang menafkahkan hartanya, menahan amarah, memaafkan kesalahan. Allah mencintai orang yang berbuat baik.

Penutup

Nasihat KH. Abdul Aziz Masthuro sederhana. Tapi dalam. Seperti pohon. Akarnya menghujam ke bumi: tradisi, adab. Cabangnya menjulang ke langit: prestasi, modernitas. Semoga alumni Al-Masthuriyah tetap teguh dalam adab, kuat dalam ukhuwwah, istiqamah dalam khidmah. Dari Sukabumi, cahaya itu dipintal. Untuk Indonesia.(*)

Penulis: Muhammad Azzaam Muttaqie, Lc

Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Athfal & Alumni Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Tahun 2017

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |