Mahasiswa UBH Kembangkan Inovasi Becak Elektrik Hybrid Solar Panel

8 hours ago 13

Langgam.id – Mahasiswa dan dosen Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (UBH) mengembangkan inovasi becak elektrik hybrid solar panel sebagai alternatif kendaraan ramah lingkungan berbasis energi terbarukan.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh mahasiswa Rijli Khaira dan Rivo Yuhaldi di bawah bimbingan dosen Teknik Elektro Dr. Hidayat, S.T., M.T., IPM. Pengembangan kendaraan mendapat dukungan pendanaan Direktorat Inovasi, Riset Pengabdian Masyarakat dan Kemitraan.

Dr. Hidayat mengatakan, inovasi tersebut dilakukan dengan mengonversi kendaraan sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan bertenaga listrik.

Sistem penggeraknya menggunakan motor Brushless Direct Current (BLDC) dengan baterai sebagai sumber energi utama. Sementara panel surya ditambahkan sebagai sumber energi tambahan untuk membantu pengisian baterai.

“Konsep utama penelitian dan pengembangan ini adalah melakukan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik dengan memanfaatkan motor BLDC dan baterai. Solar panel ditambahkan sebagai sumber energi untuk membantu pengisian baterai sehingga dapat meningkatkan jarak tempuh kendaraan,” ujar Hidayat, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, penggunaan motor BLDC dipilih karena memiliki efisiensi yang baik, konstruksi relatif sederhana, serta kebutuhan pemeliharaan yang lebih rendah dibandingkan motor berbasis mesin pembakaran internal.

Panel surya yang dipasang pada kendaraan berfungsi menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Energi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membantu menyuplai atau mengisi sistem baterai.

Dengan sistem hybrid tersebut, kendaraan tidak hanya mengandalkan energi yang tersimpan di baterai, tetapi juga memanfaatkan energi matahari. Hal ini diharapkan dapat membantu memperpanjang jarak tempuh kendaraan, terutama ketika panel memperoleh paparan sinar matahari secara optimal.

Pengembangan becak elektrik tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek bagi mahasiswa. Rijli dan Rivo terlibat langsung dalam proses perancangan, konversi sistem penggerak, pemasangan komponen kelistrikan hingga pengujian kendaraan.

Melalui proyek tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan teknologi motor listrik, baterai, elektronika daya dan energi surya dalam sebuah produk.

Hidayat mengatakan, teknologi kendaraan listrik berbasis energi terbarukan masih memiliki peluang untuk dikembangkan, terutama untuk kendaraan dengan kebutuhan mobilitas jarak pendek di kawasan perkotaan.

“Ke depan, sistem ini masih dapat dikembangkan, baik dari sisi kapasitas baterai, efisiensi motor, kapasitas solar panel, sistem manajemen baterai maupun sistem monitoring berbasis IoT,” jelasnya.

Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai prototipe penelitian, tetapi dapat dikembangkan menjadi kendaraan listrik sederhana yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi serta berpotensi diterapkan di masyarakat.

Tim peneliti selanjutnya akan melakukan pengembangan dan pengujian lebih lanjut untuk mengukur performa kendaraan, efisiensi energi, kontribusi panel surya terhadap pengisian baterai serta peningkatan jarak tempuh.

Inovasi becak elektrik hybrid solar panel ini sekaligus menunjukkan upaya UBH mendorong riset terapan yang melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan dan pemanfaatan energi terbarukan. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |