Langgam.id – Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) membekali 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan strategi pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pelatihan bertajuk “Digital Marketing Training for UMKM: AI for Selling and TikTok Live Mastery” itu digelar pada 5-6 Agustus 2026. Kegiatan menghadirkan praktisi digital marketing Arizi Utama sebagai narasumber.
Para peserta merupakan pelaku UMKM anggota FKIKSP dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, fesyen hingga kerajinan tangan.
Penasihat FKIKSP, Nilda Pri Gustari Akbar, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi istri karyawan PT Semen Padang yang menjalankan usaha.
“Pada tahun ini, pembinaan dilanjutkan dengan penguatan kemampuan pemasaran digital. Fokus pelatihan diarahkan pada pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten promosi serta optimalisasi TikTok Live sebagai sarana pemasaran dan penjualan secara langsung,” kata Nilda.
Menurut Nilda, pembinaan UMKM yang dilakukan FKIKSP dilaksanakan secara bertahap. Sebelumnya, para pelaku usaha difasilitasi untuk memperkuat aspek legalitas dan kualitas produk.
Sejumlah legalitas yang difasilitasi di antaranya Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), dan sertifikasi halal.
Para pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan fotografi produk untuk meningkatkan kualitas materi visual yang digunakan dalam promosi.
Kini, pembinaan diarahkan pada kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk.
Nilda mengatakan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen membuat kemampuan pemasaran digital semakin penting bagi pelaku UMKM.
“Pemasaran digital tidak hanya membuka peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas, tapi juga dapat membantu meningkatkan daya saing, memperkuat identitas merek, dan membangun kepercayaan konsumen,” ujarnya.
Ia menegaskan digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan bagi pelaku usaha. Namun, strategi pemasaran secara daring dan luring tetap perlu dilakukan secara beriringan.
“Dengan strategi tersebut, pelaku UMKM dapat mempertahankan konsumen yang telah dimiliki sekaligus menjangkau pasar baru melalui media sosial dan platform perdagangan elektronik,” tuturnya.
Manfaatkan AI untuk Konten Promosi
Praktisi digital marketing Arizi Utama mengatakan identitas merek menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun pemasaran produk.
Menurutnya, pelaku UMKM harus memiliki karakter produk yang kuat sehingga mudah dikenali dan memiliki pembeda dari produk sejenis.
Selain itu, media sosial harus dikelola secara terencana dan konsisten. Media sosial tidak hanya digunakan untuk mengunggah foto produk, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi dengan calon konsumen.
“Konten harus memiliki tujuan yang jelas. Selain memperkenalkan produk, konten juga perlu membangun hubungan dan kepercayaan dengan calon konsumen,” kata Arizi.
Dalam pelatihan tersebut, Arizi memperkenalkan berbagai pemanfaatan AI untuk mendukung proses pemasaran. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mencari ide konten, menyusun konsep promosi, membuat naskah, hingga menyusun kalender konten.
AI juga dapat dimanfaatkan untuk menyesuaikan pesan pemasaran dengan karakter target konsumen.
Meski demikian, Arizi mengingatkan pelaku UMKM tidak boleh sepenuhnya bergantung pada hasil yang diberikan AI. Pemanfaatan teknologi harus tetap disertai pemahaman terhadap karakter produk dan kebutuhan konsumen.
“Hasil dari AI tetap harus diolah agar akurat, memiliki sentuhan personal, dan sesuai dengan identitas merek,” ujarnya.
Selain materi pemasaran digital, peserta juga mendapatkan praktik penjualan langsung melalui platform e-commerce, khususnya TikTok Live.
Pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta mendapatkan materi mengenai strategi digital marketing, branding, optimalisasi media sosial, pemanfaatan AI untuk konten promosi, hingga cara membangun interaksi dengan konsumen.
Salah seorang peserta dari sektor kuliner mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang bisa langsung diterapkan dalam mengembangkan usahanya.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang cara memanfaatkan AI untuk membuat konten promosi dengan lebih cepat dan menarik. Kami juga menjadi lebih percaya diri untuk mulai berjualan melalui TikTok Live dan platform digital lainnya,” katanya.
FKIKSP berharap pembekalan tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan kemandirian pelaku UMKM anggotanya dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Penguasaan pemasaran digital diharapkan mampu membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat daya saing.
Dalam jangka panjang, UMKM binaan FKIKSP diharapkan tidak hanya mampu berkembang di pasar lokal, tetapi juga memiliki kesiapan untuk memperluas pasar ke tingkat nasional hingga global. (HER)

2 hours ago
2















































