Langgam.id – Video sejumlah siswa SMP Negeri 41 Kota Padang menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah beredar di media sosial. Dalam video tersebut, para siswa terlihat menenteng sepatu dan berjalan menyusuri aliran sungai dengan kondisi air yang relatif dangkal.
Langgam.id kemudian mengecek langsung lokasi yang berada di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 06.45 WIB.
Di lokasi, kondisi yang terlihat tidak hanya melibatkan siswa. Sejumlah warga juga tampak menggunakan aliran sungai sebagai akses untuk berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya.
Beberapa warga berjalan kaki menyeberangi sungai, sementara pengendara sepeda motor bahkan terlihat membawa kendaraannya melewati bagian sungai yang dangkal.
Saat Langgam.id berada di lokasi, kedalaman air diperkirakan mencapai tulang kering orang dewasa. Arus sungai juga terlihat tidak deras sehingga masih dapat dilalui oleh warga maupun sepeda motor.
Penyeberangan tersebut terjadi karena akses jembatan di Jalan Raya Belimbing, tepatnya di Kampung Tanjung, sedang ditutup untuk proses pembangunan ulang.
Menjelang jembatan, terdapat pengumuman yang menyatakan akses tidak dapat digunakan. Di lokasi juga terlihat satu unit ekskavator yang berada di sekitar jembatan.
Jembatan tersebut mulai dibongkar sejak 7 Agustus 2026 dan akan dilakukan pembangunan kembali hingga proses pengerjaan selesai.
Kondisi itu membuat mobilitas warga menjadi terbatas. Warga yang hendak menuju Jalan Raya Belimbing harus memutar melalui sejumlah kampung jika tidak memilih jalur sungai.
Salah seorang warga, Ridwan mengatakan dirinya memilih melewati sungai karena jalur tersebut lebih cepat dibandingkan harus memutar.
“Kalau lewat sini lebih cepat. Kalau memutar, jauh lagi sampai keluar ke Jalan Raya Belimbing,” ujar Ridwan saat ditemui Langgam.id.
Menurutnya, kondisi air sungai saat ini masih memungkinkan untuk dilalui karena debitnya tidak terlalu tinggi dan arusnya relatif tenang.
Hal serupa disampaikan Rani. Ia mengaku beberapa kali melewati sungai untuk mengantar anaknya bersekolah.
Rani mengatakan keputusan melewati sungai dilakukan karena akses jembatan sedang ditutup dan jalur tersebut menjadi pilihan yang lebih cepat.
“Jembatan memang sedang diperbaiki. Sudah dibongkar juga. Kalau lewat sungai lebih dekat dan airnya tidak deras,” katanya.
Langgam.id juga bertemu dengan seorang siswa SMP Negeri 41 Kota Padang bernama Ilham yang berjalan kaki menuju sekolah.
Ilham mengatakan dirinya sudah beberapa kali menyeberangi sungai sejak jembatan Kampung Tanjung ditutup.
Ia bahkan memperlihatkan cara yang dilakukannya agar pakaian dan sepatu tidak basah. Sepatu dijinjing menggunakan tangan, sementara celananya diangkat hingga mendekati lutut sebelum memasuki aliran sungai.
Sekolahnya sendiri berada tidak jauh dari lokasi penyeberangan, tepat di sisi seberang jembatan.
Pantauan Langgam.id menunjukkan aktivitas menyeberangi sungai tersebut bukan lagi sesuatu yang hanya dilakukan satu-dua orang. Dalam beberapa hari terakhir, warga tampak sudah terbiasa menggunakan jalur tersebut sebagai akses alternatif selama jembatan belum dapat dilalui.
Kondisi ini sekaligus menjelaskan video siswa SMPN 41 Padang yang beredar di media sosial. Mereka menyeberangi sungai bukan karena tidak tersedia akses sama sekali, melainkan karena jembatan yang selama ini menjadi akses utama sedang dalam proses pembangunan ulang. (HER)

9 hours ago
10














































