Langgam.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah menuntaskan pengadaan lahan seluas sekitar 4,6 hektare di kawasan Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir bandang November 2025.
Lahan tersebut diproyeksikan untuk pembangunan 183 unit rumah yang akan dikerjakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia mulai September 2026.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Padang Tri Hadiyanto saat mendampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau lokasi pembangunan Huntap di kawasan Sungkai dan Bumi Perkemahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Senin (11/8/2026).
“Untuk pembangunan Huntap di Sungkai, Pemko Padang telah menyelesaikan pengadaan lahan seluas sekitar 4,6 hektare. Di atas lahan tersebut direncanakan pembangunan sebanyak 183 unit rumah oleh Kementerian PKP mulai September 2026,” ujar Tri.
Ia mengatakan pembangunan Huntap di Sungkai nantinya dilengkapi berbagai prasarana dan sarana pendukung, seperti listrik, jalan lingkungan, serta jaringan air minum.
Pemko Padang juga akan menyiapkan sumber air minum untuk mendukung kebutuhan warga yang menempati hunian tersebut.
“Huntap di Sungkai akan dibangun oleh Kementerian PKP lengkap dengan prasarana dan sarana pendukung, seperti listrik, jalan lingkungan, dan jaringan air minum. Pemko Padang menyiapkan sumber air minum. Huntap ini nantinya diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Pauh,” katanya.
Selain pembangunan di Sungkai, Pemko Padang juga menyiapkan Huntap di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang. Pada tahap pertama, tersedia lahan sekitar 2,8 hektare yang diproyeksikan untuk pembangunan 141 unit rumah.
Pembangunan 141 unit Huntap di kawasan tersebut saat ini telah mendekati 50 persen. Pembangunan rumah dilakukan Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara Pemko Padang menyiapkan prasarana dan sarana utilitas (PSU).
“PSU kita mulai minggu depan, karena Yayasan Buddha Tzu Chi fokus membangun rumah. Tahun ini kita menargetkan pembangunan 141 unit Huntap di Balai Gadang dan 183 unit di Sungkai,” ujar Tri.
Tri menambahkan, Pemko Padang juga masih melakukan pengadaan lahan tambahan di kawasan Bumi Perkemahan. Pemko telah membeli lahan sekitar 1,2 hektare yang diperkirakan dapat menampung sekitar 85 unit rumah.
“Selain itu, kita juga sudah membeli lahan sekitar 1,2 hektar yang diperkirakan dapat menampung sekitar 85 unit rumah. Kemudian sekarang sedang proses tambahan pengadaan lahan lagi sekitar 2,2 hektar. Secara keseluruhan, kita menargetkan pembangunan sekitar 340 unit Huntap di kawasan Bumi Perkemahan ini,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan Pemko Padang terus berupaya menyediakan lahan untuk pembangunan Huntap bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang.
Penyediaan lahan dilakukan melalui pemanfaatan aset pemerintah maupun pengadaan tanah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang.
Ia berharap pembangunan Huntap dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat terdampak bencana yang hingga kini masih menempati Hunian Sementara (Huntara) dapat segera pindah ke tempat tinggal yang lebih layak, aman dan permanen.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun Huntap di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang. Terima kasih juga kepada Kementerian PKP RI yang telah membangun Huntap di kawasan Sungkai,” ujar Maigus.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanahan Kota Padang Desmon Danus, pejabat Kementerian PKP RI Teddy Paul H. Siagian, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Camat Pauh Yandry, serta perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar.
Pembangunan Huntap tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Padang untuk mempercepat relokasi warga terdampak banjir bandang November 2025 yang masih tinggal di sejumlah Huntara di Kecamatan Pauh dan Koto Tangah. (HER)

5 hours ago
10















































