Lurah Gedongpanjang dan Baznas Bergerak, Bantu Bocah Penderita Lumpuh

8 hours ago 13
Lurah Gedongpanjang dan BaznasPemerintah Kelurahan Gedongpanjang, saat menyambangi seorang balita, Muhammad Pajar (3)

Kepedulian terhadap warga yang tengah berjuang melawan penyakit kembali ditunjukkan Pemerintah Kelurahan Gedongpanjang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi. Mereka turun langsung mengunjungi seorang balita, Muhammad Pajar (3), yang saat ini harus berjuang melawan penyakit monoplegia atau kelumpuhan pada salah satu anggota tubuh.

BAMBANG SURYANA, SUKABUMI

Kunjungan tersebut, dilakukan di kediaman Pajar yang berada di Jalan Lamping Santa, RT 004/RW 005, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang. Kehadiran rombongan dari kelurahan dan Baznas menjadi bentuk perhatian nyata kepada keluarga yang tengah menghadapi ujian berat.

Lurah Gedongpanjang, Hauwera Aulia Handayani mengatakan, kondisi Muhammad Pajar cukup memprihatinkan. Bocah berusia tiga tahun itu mengalami kelumpuhan yang diduga dipicu akibat kejang dan riwayat terjatuh, sehingga kini harus menjalani pengobatan intensif.

Saat ini, Pajar membutuhkan terapi secara berkala serta kontrol rutin ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung agar kondisinya terus dipantau oleh tim medis. Proses pengobatan yang panjang tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Kami bersama Baznas Kota Sukabumi kemarin mengunjungi rumah adik Pajar untuk memberikan bantuan dana. Bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan biaya pengobatan dan terapi,” kata Hauwera kepada Radar Sukabumi, Jumat (19/6).

Ia menegaskan, pemerintah kelurahan tidak ingin ada warganya yang merasa sendiri ketika menghadapi persoalan kesehatan, terlebih jika menyangkut anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. “Gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dijaga,” ucapnya.

Hauwera mengajak, masyarakat untuk ikut memberikan dukungan moral maupun bantuan sesuai kemampuan, agar proses pemulihan Muhammad Pajar bisa berjalan lebih maksimal. Baginya, kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi harapan besar bagi keluarga pasien.

“Yang terpenting saat ini adalah semangat dan ikhtiar bersama. Kami semua mendoakan kesembuhan adik Pajar, semoga bisa sehat kembali, tumbuh seperti anak-anak lainnya, dan menjalani masa kecilnya dengan bahagia,” tambahnya.

Menurutnya, pihak keluarga sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Kelurahan Gedongpanjang dan Baznas Kota Sukabumi. Bantuan yang diberikan menjadi suntikan semangat di tengah perjuangan panjang membawa Pajar berobat ke Bandung.

“Perjalanan kontrol rutin ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, menurut keluarga, kerap menjadi tantangan tersendiri. Selain faktor biaya, kondisi fisik anak yang harus dijaga selama perjalanan juga menjadi perhatian utama,” ucapnya.

Sebab itu, kehadiran pemerintah dan lembaga sosial seperti Baznas dinilai menjadi bukti bahwa solidaritas sosial di Kota Sukabumi masih sangat kuat. Di tengah berbagai keterbatasan, bantuan yang hadir bukan hanya soal materi, tetapi juga penguat mental bagi keluarga.

Kasus yang dialami Muhammad Pajar pun menjadi pengingat bahwa masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan, terutama dalam hal kesehatan anak. “Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sekaligus meringankan beban keluarga,” cetusnya.

Kelurahan Gedongpanjang memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi Muhammad Pajar dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan pengobatan serta terapi dapat terus berjalan.

Di balik perjuangan kecil seorang balita melawan kelumpuhan, tersimpan harapan besar dari keluarga, pemerintah, dan masyarakat. “Harapan agar Muhammad Pajar dapat kembali tersenyum, bermain, dan tumbuh sehat seperti anak-anak seusianya,” pungkasnya.

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |