
SUKABUMI – Kerja keras selama hampir satu setengah tahun akhirnya membuahkan hasil. Rangga Dedi Darmawan, siswa SMKN 2 Sukabumi, berhasil meraih medali perak pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2026 bidang Teknologi Informasi Piranti Lunak untuk Bisnis, sekaligus mengharumkan nama Kota Sukabumi dan Jawa Barat.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas lulusan SMK yang mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama Kota Sukabumi dan Provinsi Jawa Barat.
Rangga mengaku tidak pernah menyangka bisa berdiri di podium juara. Menurutnya, aplikasi yang dibuatnya masih terdapat kekurangan.
” Alhamdulillah, saya sangat bersyukur meskipun belum berhasil mendapatkan emas,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, Rangga ditantang membuat dua aplikasi secara daring, yakni aplikasi desktop berbasis Windows dan aplikasi Android. Masing-masing aplikasi harus diselesaikan dalam waktu tiga jam.
Ia mengakui tantangan terbesar muncul ketika terjadi kesalahan pada program yang dibuat. Namun, menurutnya, ketenangan menjadi kunci menyelesaikan setiap kendala.
“Kadang tiba-tiba ada error. Yang penting jangan panik, cari dulu letak masalahnya, lalu diperbaiki satu per satu,” katanya.
Ketertarikannya mengikuti LKS berawal dari rasa penasaran dan keinginan mengasah kemampuan. Kini, setelah lulus dari SMKN 2 Sukabumi, Rangga tengah melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dengan beasiswa. Ia bercita-cita menjadi seorang programmer profesional.
Guru pembimbing sekaligus guru Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Erika Susanti, mengatakan keberhasilan Rangga merupakan hasil pembinaan panjang yang berlangsung hampir satu setengah tahun.
Proses dimulai sejak siswa berada di kelas X melalui seleksi ketat untuk mencari peserta yang memiliki kemampuan, kemauan belajar, serta komitmen tinggi. Dari sejumlah siswa yang lolos seleksi, hanya Rangga yang konsisten bertahan hingga akhirnya mewakili sekolah.
“Pendampingannya bukan hanya latihan teknis. Kami juga terus memberikan motivasi, dukungan, dan doa. Saya selalu percaya kekuatan doa menjadi bagian penting dalam perjuangan anak-anak,” ungkap Erika.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Sukabumi, Mulyadi, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, LKS merupakan tolok ukur keberhasilan pembelajaran vokasi sekaligus indikator kompetensi lulusan SMK.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran di SMKN 2 Sukabumi mampu menghasilkan lulusan yang kompeten. Rangga bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi juga mewakili Kota Sukabumi dan Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional,” katanya.
Ia menjelaskan, sekolah sebenarnya mengirimkan dua peserta hingga tingkat provinsi, namun hanya Rangga yang berhasil melaju dan meraih medali perak di tingkat nasional.
Menurut Mulyadi, pencapaian tersebut sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter Pancamulya, dan berdaya saing. Berbagai strategi terus dilakukan, mulai dari penerapan pembelajaran mendalam, sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri, penguatan teaching factory, hingga kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri melalui program magang.
Selain itu, SMKN 2 Sukabumi juga memiliki program khusus pembinaan LKS dengan melibatkan tim pembimbing serta mitra industri agar kemampuan siswa sesuai dengan standar dunia kerja.
“Harapan kami tahun depan bisa meraih medali emas terlebih ini bukan kali pertama siswa kami merah juara LKS di tingkat nasional tahun-tahun kemarin juga ada siswa kami yang meraih medali perak di LKS tingkat nasional. Tentu kami akan melakukan persiapan yang lebih matang agar prestasi ini bisa terus meningkat,” pungkasnya.(wdy)

5 hours ago
7












































