TDB Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Berakhir, Pemkab Siapkan Tahap Rehabilitasi

11 hours ago 12
RAPAT KOORDINASI: Suasana rapat koordinasi yang digelar di lokasi bencana, dihadiri unsur Forkopimcam Cisolok, BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Desa Sirnaresmi, panitia lokal, hingga para relawan yang selama ini terlibat dalam penanganan korban. FOTO ; NANDI/RADARSUKABUMI

SUKABUMI – Tanggap darurat bencana (TDB) kebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi berakhir pada Jumat (31/7).

Pemerintah Kabu

paten Sukabumi mulai menyiapkan langkah transisi menuju tahap rehabilitasi dan pemulihan agar kehidupan warga terdampak segera kembali normal.

Langkah tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di lokasi bencana. Pertemuan dihadiri unsur Forkopimcam Cisolok, BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Desa Sirnaresmi, panitia lokal, hingga para relawan yang selama ini terlibat dalam penanganan korban.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq mengatakan, hasil evaluasi bersama menunjukkan sebagian besar target penanganan darurat telah terpenuhi.

Karena itu, Forkopimcam Cisolok mengusulkan agar status tanggap darurat tidak diperpanjang dan penanganan beralih ke fase rehabilitasi.

“Melalui rapat koordinasi itu kami menyampaikan rekomendasi kepada BPBD Kabupaten Sukabumi agar status tanggap darurat dapat diakhiri. Sebanyak 27 indikator yang menjadi syarat pencabutan status tersebut telah terpenuhi,” ujar Okih, Minggu (2/8).

Meski demikian, keputusan resmi tetap menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BPBD.

Hasil rapat di tingkat kecamatan akan dibawa ke forum koordinasi tingkat kabupaten sebagai bahan pertimbangan sebelum keputusan akhir ditetapkan.

“Hasil evaluasi akan dibahas kembali dalam rapat koordinasi tingkat kabupaten sebagai dasar pengambilan keputusan mengenai status tanggap darurat,” katanya.

Sementara itu, hingga saat ini kondisi di lokasi pengungsian juga terus menunjukkan perkembangan menggembirakan.

Seiring membaiknya situasi, sebagian besar tenda darurat telah dibongkar karena banyak warga sudah kembali ke rumah yang masih layak huni atau memilih tinggal sementara di rumah sanak keluarga.

“Saat ini, hanya tersisa 12 kepala keluarga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Pemerintah bersama instansi terkait terus memberikan pendampingan sembari menentukan langkah terbaik bagi para penyintas dengan mengutamakan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan,” terangnya.

“Tenda pengungsian sebagian sudah dibongkar. Tinggal 12 kepala keluarga yang masih berada di lokasi. Kami akan menentukan apakah mereka tetap di pengungsian sementara atau dipindahkan ke rumah kerabat dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka,” sambung Okih.

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara, beberapa tenda yang masih berdiri juga akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Langkah ini dilakukan agar aktivitas belajar anak-anak tetap berjalan selama proses pemulihan pascabencana,” tuturnya.

Okih mengungkapkan, pemerintah Kecamatan Cisolok memastikan penanganan tidak akan berhenti meski status tanggap darurat nantinya resmi dicabut.

Tahapan berikutnya akan difokuskan pada rehabilitasi dan pemulihan, mulai dari pemenuhan layanan dasar, penataan kembali lingkungan terdampak, hingga percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Dengan dimulainya fase rehabilitasi, pemerintah berharap seluruh penyintas dapat segera bangkit, kembali menjalani aktivitas sehari-hari, serta memperoleh dukungan yang dibutuhkan hingga proses pemulihan selesai sepenuhnya,” tegasnya. (Ndi).

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |