
SUKABUMI – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang mudah, terjangkau, dan berkualitas. Selain memberikan perlindungan terhadap biaya pengobatan, berbagai inovasi digital yang dikembangkan BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN juga semakin memudahkan peserta dalam mengakses layanan kesehatan.
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Neni (25), warga Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas 3 ini telah menjadi peserta JKN selama kurang lebih tiga tahun.
Selama menjadi peserta JKN, Neni mengaku telah beberapa kali memanfaatkan layanan kesehatan, mulai dari pengobatan penyakit lambung hingga menjalani operasi usus buntu pada akhir tahun 2025.
“Sejak saya mendaftar menjadi peserta JKN, saya sudah sangat banyak merasakan manfaatnya. Saya pernah bolak-balik dirawat di rumah sakit karena sakit lambung dan sempat menjalani rawat inap selama satu minggu,” ujar Neni.
Memasuki bulan November 2025, kondisi kesehatannya menurun. Ia mulai merasakan nyeri hebat di bagian perut yang awalnya diduga sebagai gangguan lambung seperti yang pernah dialaminya sebelumnya.
“Saya sempat berpikir itu masih sakit lambung karena gejalanya hampir sama. Saya sudah minum obat, tetapi rasa sakitnya tidak kunjung membaik,” katanya.
Sebelum ke rumah sakit, Neni terlebih dahulu memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Namun seiring waktu, kondisinya justru semakin memburuk hingga akhirnya harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Awalnya diindikasikan sakit lambung, tetapi lama-kelamaan rasa sakitnya semakin parah dan sudah tidak tertahankan lagi. Saat diperiksa lebih lanjut di rumah sakit, ternyata saya mengalami usus buntu dan harus menjalani operasi pada Desember 2025,” jelasnya.
Dalam proses pengobatan tersebut, Neni mengaku sempat menjalani pemeriksaan di tiga rumah sakit berbeda hingga akhirnya mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisinya. Ia juga harus menjalani rawat inap selama lebih dari tiga hari setelah operasi.
“Saat sakit usus buntu saya sampai berobat ke tiga rumah sakit dan menjalani rawat inap lebih dari tiga hari. Alhamdulillah, karena menjadi peserta JKN saya bisa fokus pada pemulihan tanpa harus memikirkan biaya pengobatan,” ungkapnya.
Neni mengatakan selama menjalani pengobatan, seluruh biaya pelayanan kesehatannya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN.
Mulai dari pemeriksaan di FKTP, pemeriksaan lanjutan di rumah sakit, tindakan operasi usus buntu, hingga perawatan selama rawat inap dan kontrol rutin setelah operasi, seluruhnya dapat diakses tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
“Alhamdulillah selama berobat semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Mulai dari pemeriksaan, operasi, rawat inap, sampai kontrol rutin setelah operasi juga ditanggung. Jadi saya bisa lebih fokus untuk sembuh tanpa harus memikirkan biaya pengobatan,” ujarnya.
Menurut Neni, pelayanan yang diterimanya selama menjalani pengobatan juga sangat baik dan profesional.
“Selama saya bolak-balik ke rumah sakit, pelayanannya sangat baik dan profesional. Saya merasa sangat terbantu,” tuturnya.
Selain manfaat layanan kesehatan, Neni juga merasakan kemudahan dari fitur antrean online pada aplikasi Mobile JKN. Ia mengetahui fitur tersebut dari perawat di rumah sakit yang menyarankan dirinya untuk mengunduh aplikasi Mobile JKN agar proses kontrol menjadi lebih praktis.
“Kalau dulu masih antre manual, saya harus datang subuh-subuh ke rumah sakit dan belum tentu mendapatkan nomor antrean. Sekarang dengan antrean online jauh lebih mudah dan memberikan kepastian,” katanya.
Menurutnya, fitur tersebut memungkinkan peserta untuk memperkirakan waktu kedatangan ke rumah sakit tanpa harus menunggu terlalu lama.
“Tinggal beberapa kali klik di aplikasi, kita sudah bisa mendapatkan nomor antrean dan memperkirakan kapan harus datang ke rumah sakit. Jadi sambil menunggu kita masih bisa melakukan aktivitas lainnya,” tambahnya.
Di akhir perbincangan, Neni berharap Program JKN dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi seluruh masyarakat.
“Harapan saya semoga Program JKN semakin baik lagi ke depannya dan terus memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (*)

11 hours ago
13











































