Alumni SMKN 1 Cimahi, Dudi Kusmawan, lulusan 2028 jurusan teknik transmisi. (foto: Ist/Disdik Jabar)
RADAR SUKABUMI – Kisah inspiratif dari salah seorang alumni SMKN 1 Cimahi, Dudi Kusmawan, lulusan 2028 jurusan teknik transmisi yang kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Cabang (Kacab) CEC Philips Teckwah Bandung.
Sebagai alumni, kata Dudi, nama SMKN 1 Cimahi, sudah memiliki reputasi besar sejak dahulu masih bernama STM Negeri Pembangunan. Bahkan lanjutnya, saat masih SMP, ia melihat sekolah tersebut sebagai tempat lahirnya lulusan-lulusan sukses dan mampu bersaing di dunia kerja nasional hingga internasional.
“Dulu, masuk STM Pembangunan itu favorit sekali. Bukan hanya di Cimahi atau Jawa Barat, tapi juga dikenal secara nasional,” ungkap Dudi, dikutip laman Disdik Jabar, Selasa (2/6/2026).
“Banyak orang ingin masuk ke sini (SMKN 1 Cimahi -red) karena lulusannya memang terbukti berhasil,” ucapnya menambahkan
Dudi mengaku, bahwa dirinya berasal dari keluarga sederhana, memilih SMK karena ingin segera mandiri setelah lulus. Saat itu, tuturnya, proses masuk ke SMKN 1 Cimahi sangat ketat dengan standar akademik tinggi.
Namun, perjuangannya terbayar ketika merasakan langsung kualitas pendidikan diberikan sekolah (SMKN 1 Cimahi). Karena kekuatan utama SMKN 1 Cimahi terletak pada fundamental ilmu dan pembentukan karakter siswa.
Selama empat tahun, Dudi menempuh pendidikan, ia banyak mendapatkan dasar keilmuan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri, sehingga memudahkannya untuk beradaptasi saat memasuki dunia kerja.
“Ilmu dasar yang diajarkan di sekolah benar-benar dipakai di perusahaan. Jadi, ketika masuk dunia kerja, kami tidak kaget karena sudah punya fondasi yang kuat,” ujarnya.
Adapun, perjalanan karier Dudi dimulai dari program praktik kerja lapangan (PKL) di Batam, selama satu tahun. Setelah itu, ia memulai karier dari posisi paling bawah sebagai tenaga harian di perusahaan penanaman modal asing.
Berkat kemampuan adaptasi dan bekal yang diperoleh selama sekolah, Dudi berhasil menapaki jenjang karier hingga dipercaya menduduki posisi senior manajer. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kuatnya hubungan SMKN 1 Cimahi dengan dunia industri.
Bahkan, saat ia dan teman-temannya menjalani PKL, kemampuan siswa SMKN 1 Cimahi disetarakan dengan lulusan diploma dari institusi lain. “Waktu PKL dulu, kami disamakan dengan lulusan D1 dan D3. Beberapa teman saya sesama alumni sekarang juga memegang posisi penting di perusahaan nasional maupun multinasional,” tuturnya.
Dudi pun menyambut positif program Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Baginya, program tersebut sejalan dengan kultur kualitas yang sejak lama sudah dimiliki SMKN 1 Cimahi.
“Kalau ingin sekolah unggul, input siswanya juga harus unggul. Proses pembelajarannya harus kuat, standar akademiknya tinggi, dan karakter siswa juga dibentuk. Jadi, output-nya benar-benar berkualitas,” kata dia.
Selain kualitas akademik, Dudi menilai, kultur sekolah yang disiplin dan standar kelulusan yang tinggi menjadi salah satu alasan lulusan SMKN 1 Cimahi mampu bersaing di dunia kerja. “Dulu ada istilah ‘masuk susah, keluar juga susah’. Tapi, justru karena standar sekolah tinggi, saat masuk dunia kerja kami jadi lebih siap,” ungkapnya.
Hampir dua dekade setelah Dudi lulus, nilai-nilai yang ditanamkan SMKN 1 Cimahi masih terus ia pegang hingga sekarang. Karena bagi Dudi, bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar keterampilan melainkan menjadi ruang pembentukan karakter, kemandirian dan mental bertahan hidup. (Ron/Zar)

5 hours ago
12








































