Langgam.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat kolaborasi dengan Universitas Andalas (UNAND) untuk mempercepat penerapan hasil riset dalam mendukung pembangunan daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi yang tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
Komitmen itu mengemuka dalam audiensi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dengan jajaran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas di Istana Gubernuran, Padang, Kamis (30/7/2026).
Gubernur Mahyeldi menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah. Karena itu, hasil penelitian perlu dihilirisasikan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin hasil-hasil penelitian perguruan tinggi tidak hanya menjadi publikasi ilmiah, tetapi benar-benar diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap membangun kolaborasi agar inovasi kampus memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi akan memperkuat penyusunan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sehingga pembangunan daerah menjadi lebih efektif dan berdaya saing.
Dalam pertemuan tersebut, FMIPA Universitas Andalas memaparkan sejumlah hasil riset yang telah siap diterapkan. Salah satunya teknologi budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF) yang mampu mengolah sampah organik menjadi pakan alternatif bernilai ekonomi bagi sektor peternakan dan perikanan.
Selain itu, diperkenalkan pula BioVORA, bioaktivator berbasis konsorsium mikroba lokal yang dapat mempercepat proses pengomposan limbah organik sekaligus meningkatkan kualitas pupuk organik. Inovasi tersebut dinilai mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan di Sumatera Barat.
FMIPA UNAND juga mempresentasikan pengembangan teknologi kultur jaringan tanaman untuk menghasilkan bibit unggul dan menjaga plasma nutfah, serta pengembangan lebah galo-galo beserta produk turunannya yang memiliki potensi ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Tidak hanya di bidang teknologi, UNAND juga menyatakan kesiapan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Dekan FMIPA Universitas Andalas, Prof. Dr. Mai Efdi, mengatakan pihaknya berkomitmen mempercepat hilirisasi hasil penelitian melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah sehingga inovasi yang dihasilkan dapat menjadi solusi bagi berbagai persoalan pembangunan.
“Kami ingin hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya ilmiah. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, kami ingin mempercepat hilirisasi inovasi agar menjadi solusi nyata yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumbar, Febrina Tri Susila Putri, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan menyusun program kolaboratif sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
Menurutnya, fokus kerja sama meliputi percepatan hilirisasi hasil riset, pengembangan inovasi daerah, pengelolaan sampah berbasis teknologi, pertanian berkelanjutan, hingga peningkatan kompetensi ASN.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara Pemprov Sumbar dan Universitas Andalas dalam menjadikan hasil riset sebagai dasar penyusunan kebijakan dan implementasi program pembangunan. Melalui kolaborasi ini, inovasi yang lahir dari kampus diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Sumatera Barat menuju Indonesia Emas 2045. (HER)

21 hours ago
10














































