Langgam.id — Wacana mengundur pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat dari jadwal 2–14 Oktober 2026 mendapat perhatian Dewan Pengawas Porprov.
Mantan Ketua KONI Sumbar dua periode, Prof. Syahrial Bakhtiar, mengingatkan kembali komitmen kepala daerah se-Sumbar yang sebelumnya telah menyepakati jadwal tersebut.
Syahrial yang kini menjabat Ketua Dewan Pengawas Porprov XVI Sumbar mengatakan, jadwal 2–14 Oktober 2026 bukan keputusan sepihak. Penetapan jadwal telah melalui serangkaian pembahasan dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Hal itu disampaikannya di Kantor KONI Sumbar, Kamis (17/9/2026), didampingi anggota Dewan Pengawas Liswendi Kamar, Neiko Rasaki dan Stevie Minora.
“Yang terpenting sekarang bagaimana kita menjaga komitmen bersama. Kalau ada kendala di daerah, tentu bisa dibicarakan melalui koordinasi agar ditemukan solusi terbaik,” ujar Syahrial dalam keterangan resmi yang diterima langgam, Jumat (18/9/2026).
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) itu mengatakan, persoalan jadwal Porprov tidak hanya menyangkut kesiapan pemerintah daerah dan panitia penyelenggara.
Di balik jadwal pertandingan, terdapat program latihan atlet, pemusatan latihan, kebutuhan kontingen serta berbagai persiapan teknis yang telah disusun masing-masing daerah.
Syahrial menjelaskan, penetapan jadwal Porprov XVI telah melalui proses yang cukup panjang. Pada tahap awal, Porprov XVI dirancang berlangsung Juni-Juli 2026.
Rencana tersebut tercantum dalam SK Gubernur Sumbar Nomor 426-615-2025 tentang Penyelenggaraan Porprov Sumbar XVI Tahun 2026 dan Rencana Pelaksanaan Porprov XVII Tahun 2028.
Penyelenggaraan saat itu dirancang menggunakan pola tuan rumah bersama kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Dalam perkembangannya, pemerintah provinsi bersama kepala daerah kembali membahas kesiapan pelaksanaan, termasuk kemampuan daerah dan kebutuhan penganggaran.
Dari rangkaian pembahasan tersebut, jadwal kemudian bergeser dari Juni-Juli menjadi Oktober 2026.
Kepastian itu dituangkan dalam SK Gubernur Sumbar Nomor 426-121-2026 tertanggal 23 Februari 2026 yang menetapkan Porprov XVI berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.
Pengaturan lebih lanjut dituangkan melalui SK Gubernur Sumbar Nomor 426-377-2026 tentang penetapan tuan rumah bersama, cabang olahraga dan jadwal pelaksanaan Porprov XVI.
“Artinya, prosesnya sudah melalui beberapa tahapan. Karena itu, sekarang yang perlu kita lakukan adalah memperkuat koordinasi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih ada,” kata Syahrial.
Menurut Syahrial, usulan pengunduran jadwal juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap atlet dan kontingen yang telah mempersiapkan diri berdasarkan kalender pertandingan Oktober.
Jika pelaksanaan bergeser sekitar satu bulan, berbagai kebutuhan teknis harus dihitung kembali, mulai dari masa pemusatan latihan, uang saku, konsumsi, vitamin, akomodasi hingga penggunaan fasilitas latihan.
Begitu pula dengan kondisi fisik dan mental atlet. Tambahan masa persiapan perlu diatur secara terukur agar tidak mengganggu program latihan dan kesiapan atlet menghadapi pertandingan.
“Kalau jadwal bergeser dari Oktober ke November, tentu konsekuensinya harus dihitung secara menyeluruh. Yang paling utama, jangan sampai persiapan dan hak atlet ikut terdampak,” ujarnya.
Ia menilai kepastian jadwal juga penting bagi daerah untuk menyusun perencanaan kontingen maupun kebutuhan penyelenggaraan secara lebih terukur.
Sementara itu, persiapan Porprov XVI terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumbar, KONI Sumbar dan Panitia Besar Porprov. Berbagai kebutuhan teknis disiapkan, mulai dari venue, kontingen, perangkat pertandingan, administrasi hingga kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Porprov XVI juga telah diperkenalkan melalui soft launching di Istana Gubernur Sumbar pada 27 Agustus 2026 yang dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, setelah rangkaian rapat bersama kepala daerah se-Sumatera Barat.
Bagi Dewan Pengawas, berbagai tahapan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan Porprov telah melalui proses koordinasi yang panjang. Karena itu, persoalan yang muncul menjelang pelaksanaan diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi antarpihak.
“Kalau ada daerah yang masih menghadapi kendala, mari kita carikan solusinya bersama. Yang penting ada kepastian dan kepentingan atlet tetap menjadi perhatian,” kata Syahrial.
Porprov XVI akan diikuti atlet dan kontingen dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Kepastian jadwal menjadi salah satu hal penting bagi daerah dalam menuntaskan persiapan menuju ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Dewan Pengawas berharap jadwal 2–14 Oktober 2026 tetap menjadi pijakan bersama, sembari membuka ruang koordinasi untuk menyelesaikan setiap kendala yang masih dihadapi daerah. (HER)

2 hours ago
1

















































