Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menggandeng Bank Nagari dalam memperkuat tata kelola retribusi destinasi wisata melalui digitalisasi. Kerja sama tersebut diwujudkan dengan penerapan mesin point of sale (POS) dan e-tiketing untuk retribusi masuk Pulau Pagang dan Pulau Pamutusan.
Sistem digital tersebut secara resmi diluncurkan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni pada Rabu (16/9/2026) lalu. Kehadiran teknologi ini diharapkan membuat pemungutan retribusi lebih tertib, transparan dan mudah dipantau.
Bupati Hendrajoni mengatakan, kolaborasi dengan Bank Nagari menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melakukan pembenahan tata kelola sektor pariwisata, khususnya dalam pengelolaan retribusi.
“Dengan adanya sistem e-tiketing dan mesin POS ini, kita berharap proses pemungutan retribusi menjadi lebih mudah, baik bagi wisatawan maupun pengelola destinasi. Pemerintah juga memperoleh data transaksi yang lebih tertata sebagai bagian dari peningkatan kualitas pengelolaan pendapatan daerah,” ujar Hendrajoni, dikutip Senin (21/9/2026).
Menurutnya, digitalisasi memberikan pemerintah akses terhadap data transaksi yang lebih terstruktur. Dengan begitu, pengawasan dan evaluasi terhadap penerimaan retribusi dapat dilakukan secara lebih baik.
Hendrajoni mengapresiasi dukungan Bank Nagari dalam menghadirkan sistem digital tersebut. Ia menilai transformasi pengelolaan pariwisata tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan perbankan, pengelola destinasi, pelaku usaha dan masyarakat.
“Pengembangan destinasi tidak cukup hanya dengan menghadirkan keindahan alam. Harus dibarengi pengelolaan yang profesional, pelayanan yang baik, kemudahan bagi wisatawan serta tata kelola yang transparan,” katanya.
Direktur Keuangan Bank Nagari Roni Edrian mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk dukungan perbankan terhadap transformasi digital di daerah, khususnya dalam memperkuat tata kelola transaksi sektor pariwisata.
Menurut Roni, penerapan sistem digital diharapkan tidak hanya memudahkan proses transaksi, tetapi juga membantu menciptakan pengelolaan retribusi yang lebih tertata.
“Sektor pariwisata memiliki ruang yang luas untuk terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi,” ujarnya.
Dengan penerapan e-tiketing dan mesin POS, transaksi retribusi di Pulau Pagang dan Pulau Pamutusan dapat terdokumentasi secara digital. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi bagian dari pengawasan dan evaluasi pengelolaan pendapatan daerah.
Pengelola Pulau Pagang dan Pulau Pamutusan, Dahler, menyambut baik penerapan sistem tersebut. Ia menilai digitalisasi dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan sekaligus membantu pengelola menjalankan destinasi secara lebih profesional.
Ia berharap kolaborasi antara Pemkab Pesisir Selatan, Bank Nagari dan pengelola destinasi terus diperkuat sehingga penerapan teknologi tersebut tidak berhenti pada peluncuran, tetapi memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan wisata.
Bupati Hendrajoni menegaskan, digitalisasi retribusi bukan sekadar penerapan teknologi, tetapi juga bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sistem yang transparan dan akuntabel akan memberikan rasa nyaman kepada wisatawan sekaligus memudahkan pemerintah melakukan pengawasan dan evaluasi,” tuturnya.
Ke depan, Pemkab Pesisir Selatan akan mendorong penerapan digitalisasi retribusi secara bertahap pada destinasi wisata lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat membangun tata kelola pariwisata yang semakin modern, tertib dan transparan.
Kolaborasi Pemkab Pessel dan Bank Nagari melalui digitalisasi retribusi ini sekaligus menjadi langkah awal menuju pengelolaan transaksi wisata yang lebih terdokumentasi, terukur dan mudah diawasi. (HER)

12 hours ago
12
















































