Air PDAM Tak Mengalir, Meliani Berjibaku Penuhi Kebutuhan 16 Anggota Keluarga

5 hours ago 7

Langgam.id – Sejumlah baskom dan galon berjajar di halaman rumah Meliani, warga Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Senin (21/9/2026).

Wadah-wadah itu bukan sekadar perlengkapan rumah tangga. Bagi perempuan 31 tahun ini, semuanya menjadi persediaan yang harus disiapkan untuk menghadapi satu persoalan, yakni air PDAM yang tak kunjung mengalir normal.

Di rumah bercat putih itu, kebutuhan air tidak sedikit. Ada 16 orang yang membutuhkan air setiap hari, termasuk anak-anak Meliani yang masih berusia dua dan tujuh tahun serta dua saudaranya yang berkebutuhan khusus.

Ketika keran tak mengalir, pekerjaan rumah tangga tidak ikut berhenti. Anak-anak tetap harus mandi, pakaian harus dicuci, sementara dua saudaranya tetap membutuhkan perhatian dan perawatan.

“Setiap air mati dan mengecil di rumah, kami pergi ke masjid untuk mandi dan pulang bawa air galon,” kata Meliani ditemui Langgam.id

Beberapa pekan terakhir, kondisi air di rumahnya memang tidak menentu. Bahkan pada Sabtu (19/9/2026) dan Minggu (20/9/2026), air sama sekali tidak mengalir.

Meliani pun mencari cara agar kebutuhan keluarganya tetap terpenuhi. Ia membeli air dalam kemasan galon. Dalam kondisi tertentu, bersama ibu dan saudara perempuannya, ia mengambil air dari bak penampungan masjid.

Air tersebut tak hanya digunakan untuk mandi. Sebagiannya dibawa pulang untuk kebutuhan anggota keluarga di rumah. Tak jarang, aktivitas mengambil air dilakukan pada malam hari.

“Kalau air mati, kami harus cari air. Apalagi untuk saudara saya yang perempuan, kebutuhannya lebih banyak,” ujarnya.

Senin (21/9/2026), Langgam.id melihat Meliani mencuci pakaian di halaman rumahnya. Di dekatnya terdapat keran air. Namun, air yang keluar hanya berdebit kecil. Ketika dialirkan ke bak penampungan, air tersebut sekadar menetes.

Meliani akhirnya menampung air langsung dari keran menggunakan wadah yang tersedia. Galon dan baskom tetap berjajar di halaman. Wadah tersebut sengaja disiapkan untuk menampung air ketika aliran PDAM kembali tersedia.

Dari dalam rumah, seorang abang Meliani yang berkebutuhan khusus tampak memperhatikan aktivitasnya. Sesekali ia tersenyum kepada Meliani.

Pemandangan sederhana itu memperlihatkan bagaimana persoalan air berdampak langsung pada aktivitas keluarga.

Bagi Meliani, air bukan hanya kebutuhan untuk mandi atau mencuci. Ketersediaannya berkaitan dengan kebutuhan anak-anak dan perawatan dua saudaranya yang membutuhkan perhatian khusus.

“Tak hanya sekali saja, tapi sudah beberapa kali membeli air galon, karena kebutuhan, di rumah banyak orang,” ungkapnya.

Dalam beberapa kesempatan, sembilan galon air dibeli sekaligus. Lima galon digunakan untuk kebutuhan anak-anak, sementara sisanya untuk anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.

Jika persediaan tersebut tidak mencukupi, pilihan berikutnya adalah kembali mencari air ke masjid.

“Kadang kami mandi di masjid. Setelah itu air juga dibawa pulang untuk kebutuhan di rumah, galon kosong tetap dibawa,” ucap Meliani.

Tetap Bayar PDAM, Keluar Biaya Lagi untuk Air

Gangguan air tersebut juga berdampak pada pengeluaran keluarga. Meliani mengatakan, bersama saudara-saudaranya, mereka tetap membayar tagihan PDAM sekitar Rp400 ribu hingga Rp600 ribu setiap bulan.

Namun, ketika air tidak mengalir atau debitnya terlalu kecil, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air.

Pengeluaran itu belum termasuk tenaga dan waktu untuk mengambil serta mengangkut air dari tempat lain.

Pada Senin itu, air memang kembali mengalir ke rumah Meliani. Namun, debitnya masih kecil sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga. Karena itu, galon dan baskom masih tetap disiapkan.

“Air yang ditampung hari ini akan dibawa ke dalam rumah untuk kebutuhan kakak dan abang Imel,” tuturnya.

Bagi Meliani, persoalan air bukan sekadar keran yang berhenti mengalir. Ketika air tidak tersedia, ada pekerjaan lain yang harus dilakukan, yakni mencari air, membeli air, mengangkutnya, kemudian mengatur penggunaannya agar cukup untuk seluruh anggota keluarga.

Di tengah kebutuhan 16 orang di rumah, beban itu menjadi pekerjaan tambahan yang harus ia jalani setiap kali aliran PDAM terganggu. (WAN)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |