Konseling Gratis Fakultas Psikologi Unisba: Warga Sampaikan Berbagai Persoalan

3 hours ago 3

BANDUNG – Fakultas Psikologi (FP) Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Pendidikan Profesi Psikolog menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yakni berupa layanan konseling dan psikoedukasi bagi warga.

Kegiatan berlangsung di wilayah Dago, Kecamatan Coblong, Bandung, pada Rabu (12/8/2026). Warga di wilayah Dago pun antusias mengikuti kegiatan yang dirancang sebagai ruang menyampaikan berbagai persoalan sekaligus memperoleh pendampingan Psikologis.

Ketua PKM Pendidikan Profesi Psikolog Unisba, Muhammad Zidane Al-Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen akademisi dan calon Psikolog untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat.

Dikatakan Zidane, kegiatan PKM tersebut tidak dilakukan secara tiba-tiba. Menurut dia, sebelumnya, tim telah melakukan Pre-Test untuk mengetahui berbagai keluhan dan kebutuhan masyarakat di wilayah Dago.

“Pengabdian ini memang sebelumnya diawali dengan pre-test terkait keluhan masyarakat. Dari hasil tersebut, kami menemukan beberapa persoalan, di antaranya berkaitan dengan kurangnya kepekaan terhadap lingkungan, respect, serta rasa tanggung jawab,” ujar Zidane, Rabu (12/8/2026).

Kondisi tersebut lanjutnya, dinilai relevan dengan keilmuan Psikologi sehingga kegiatan PKM diarahkan tidak hanya memberikan konseling, tetapi juga membangun pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat.

Dijelaskan Zidane, untuk Psikoedukasi ditujukan kepada masyarakat secara luas, terutama generasi muda yang dinilai perlu mendapatkan penguatan mengenai empati, rasa hormat, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. Untuk layanan konseling dapat diberikan kepada masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Dalam kegiatan tersebut, sebagian besar peserta yang hadir merupakan warga berusia di atas 35 tahun dengan beragam persoalan, termasuk persoalan keluarga dan kehidupan rumah tangga.

Menurut Zidane, tujuan PKM tersebut dibangun melalui tiga aspek, yakni pengetahuan, sikap, dan perilaku.
Pada aspek pengetahuan, masyarakat diharapkan mampu memahami persoalan yang dihadapi.

Kemudian pada aspek sikap, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran dan keyakinan untuk menjadi pribadi yang lebih peduli. Sedangkan aspek perilaku, masyarakat diharapkan mampu mengenali persoalan sekaligus mengambil tindakan nyata.

“Jargon kami adalah Peduli, Beraksi Nyata. Jadi harapannya, masyarakat tidak hanya melihat atau mengetahui persoalan, tetapi juga memiliki kepedulian dan mampu melakukan tindakan nyata,” tutur Zidane.

Dalam kegiatan ini, setiap peserta mendapatkan kesempatan mengikuti konseling secara individual dengan durasi sekitar 45 menit. Untuk sesi Psikoedukasi menghadirkan dua materi yang diberikan kepada peserta (warga), terang Zidane.

Kegiatan tersebut melibatkan 12 konselor yang terdiri atas Psikolog dan tenaga profesional dari Pendidikan Profesi Psikolog Unisba. Serta delapan dosen yang juga berlatar belakang Psikolog turut langsung memberikan pendampingan, pungkasnya.

Sementara itu, Camat Coblong, Ratna Rahayu Pitriyanti, menyambut positif pelaksanaan kegiatan PKM Unisba, sehingga menjadi ruang bagi masyarakat khususnya di wilayah Coblong untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus membangun kembali nilai-nilai etika dan kepedulian sosial.

“Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mudah-mudahan dapat membangkitkan kembali masyarakat yang memiliki etika yang baik,” harap Ratna.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa berbagai laporan atau persoalan yang disampaikan masyarakat nantinya dapat menjadi perhatian pemerintah dengan tetap mempertimbangkan tingkat urgensi, prioritas dan kebutuhan penanganannya.

Ratna juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah wilayah dapat terus dikembangkan sehingga kegiatan serupa tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

Kepala Prodi Pendidikan Profesi Psikolog Unisba, Eneng Nurlaili Wangi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari asesmen yang sebelumnya dilakukan terhadap pemuda di wilayah setempat.

Menurutnya, hasil asesmen menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperkuat karakter positif, khususnya kepedulian terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.

“Program ini merupakan bentuk bakti dan sumbangan nyata kepada masyarakat. Kami ingin mendorong bagaimana karakter positif, terutama kepedulian sosial atau prososial, dapat tumbuh di kalangan pemuda,” ujar Eneng.

Ia menilai perkembangan teknologi dan media sosial (medsos) mempengaruhi pola perilaku masyarakat. Dalam berbagai situasi, kecenderungan orang lebih dahulu merekam atau menyebarkan peristiwa melalui medsos dibandingkan memberikan pertolongan kepada pihak yang membutuhkan.

“Karena itu, pendidikan karakter dinilai penting ditanamkan sejak dini dan terus diperkuat hingga seseorang memasuki usia dewasa,” tukasnya. (Ron/*)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |