
SUKABUMI – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kelompok 03 Desa Ciwalat. Mereka menggelar penanaman pohon di kawasan yang dinilai memiliki potensi bencana tanah longsor.
Kegiatan tersebut berlangsung di lahan Perhutani BKPH Lengkong RPH Hanjuang Timur, Petak 64L, Dusun Ciasih, Desa Ciwalat, Minggu (9/8/2026). Sebanyak 20 mahasiswa KKN bersama perangkat desa, petani dan masyarakat setempat terlibat langsung dalam penanaman pohon.
Pemilihan Dusun Ciasih bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut diketahui beberapa kali mengalami bencana tanah longsor. Kondisi itu mendorong mahasiswa menjadikan penghijauan sebagai salah satu program kerja yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Ketua Kelompok KKN 03 Desa Ciwalat, Sultan Ridho Trinanda Arifa, mengatakan program penanaman pohon merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kawasan rawan bencana.
“Kami melihat kondisi lingkungan di Dusun Ciasih yang beberapa kali mengalami longsor. Karena itu, kami ingin melakukan langkah nyata melalui penanaman pohon. Harapannya, pohon-pohon ini bisa membantu menjaga kestabilan tanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Sultan.
Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga bagaimana masyarakat bersama pemerintah desa dapat merawatnya hingga tumbuh besar.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti ketika KKN selesai. Yang paling penting adalah bagaimana pohon yang sudah ditanam bisa dirawat bersama sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Komitmen penghijauan kemudian dilanjutkan melalui penyerahan bibit secara simbolis kepada Pemerintah Desa Ciwalat, Senin (10/8/2026), di Balai Desa Ciwalat.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Kelompok KKN 03 menyerahkan tiga jenis bibit pohon, yakni kelapa, beringin dan durian, kepada Kepala Desa Ciwalat. Penyerahan disaksikan perangkat desa, kepala dusun, ketua RW dan ketua RT.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 03, penanaman pohon menjadi lebih dari sekadar kegiatan penghijauan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Dengan adanya vegetasi yang tumbuh dan terawat, diharapkan struktur tanah di wilayah rawan longsor dapat lebih terjaga. Di sisi lain, penanaman pohon juga diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan hutan dan lingkungan sekitar.
Mahasiswa KKN Kelompok 03 Desa Ciwalat pun berharap gerakan tersebut dapat terus dilanjutkan masyarakat setelah masa pengabdian mereka berakhir.
“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang manfaatnya bisa terus dirasakan, bukan hanya selama kami berada di Desa Ciwalat. Semoga masyarakat bisa bersama-sama menjaga pohon yang sudah ditanam dan menjadikan penghijauan sebagai gerakan bersama,”tutur Sultan.
Kepala Seksi Pemerintahan sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Isep Rojali, mengapresiasi langkah mahasiswa KKN UMMI yang turut memperhatikan kondisi lingkungan di Desa Ciwalat.
“Mudah-mudahan penanaman pohon ini menjadi bukti nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Menanam pohon merupakan salah satu bentuk sedekah udara dan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan,” ujar Isep.
Ia menjelaskan, keberadaan pohon juga memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air dan keseimbangan lingkungan. Karena itu, masyarakat diharapkan ikut menjaga tanaman yang telah ditanam agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Pohon yang ditanam juga menjadi salah satu penyumbang air, seperti pohon kelapa, pohon beringin dan pohon durian,”pungkasnya. (wdy)

3 hours ago
3













































