RADARSUKABUMI.COM – Ketika orang tua harus bekerja, kebutuhan anak terhadap pengasuhan yang aman dan berkualitas tetap tidak boleh terabaikan.
Persoalan inilah yang coba dijawab Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi melalui penguatan kapasitas pengasuh daycare dan edukasi bagi orang tua.
Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi mengatakan, keberadaan layanan penitipan dan pengasuhan anak tidak hanya berkaitan dengan tempat anak menghabiskan waktu selama orang tua bekerja.
Lebih dari itu, daycare harus mampu menjadi lingkungan yang mendukung keamanan, kenyamanan, serta tumbuh kembang anak.
“Pengasuhan anak membutuhkan pemahaman yang baik, bukan hanya dari orang tua, tetapi juga dari para pengasuh. Anak harus mendapatkan perhatian, rasa aman dan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya,” ujar Yadi.
Menurutnya, pola pengasuhan pada masa pertumbuhan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kemampuan anak. Karena itu, peningkatan pengetahuan para pengasuh daycare perlu berjalan beriringan dengan pemahaman orang tua mengenai kebutuhan anak.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Parenting Class, yang digelar DP2KBP3A Kota Sukabumi bersama PLN Indonesia Power dan Tamasya Daycare Ananda di Ruang Pertemuan Atas DP2KBP3A Kota Sukabumi.
Kegiatan tersebut mempertemukan para pengasuh daycare, orang tua siswa serta PKB/PLKB dalam satu ruang belajar. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai pola pengasuhan yang tepat sekaligus bagaimana mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Materi parenting disampaikan Psikolog Joko Kristianto. Pembahasan diarahkan pada pentingnya memahami kebutuhan anak, membangun pola komunikasi yang baik serta menciptakan lingkungan pengasuhan yang mendukung perkembangan anak.
Yadi menilai pendekatan semacam ini penting karena pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua, pengasuh daycare dan lingkungan sekitar perlu memiliki pemahaman yang sejalan agar anak tidak mengalami pola pengasuhan yang berbeda secara ekstrem ketika berada di rumah maupun di tempat penitipan.
“Yang kita bangun bukan hanya layanan penitipan anak, tetapi ekosistem pengasuhan. Orang tua tetap memiliki peran utama, sementara daycare membantu memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi ketika orang tua menjalankan pekerjaan. Hal ini berkolerasi juga dengan terbentuknya ketahanan keluarga, dengan generasi yang lebih baik, serta mendukung program priorotas daerag terkait pencegahan stunting,” jelasnya.
Keberadaan daycare juga dinilai dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap keluarga, terutama bagi pasangan yang sama-sama memiliki aktivitas pekerjaan. Dengan layanan pengasuhan yang aman dan terarah, orang tua dapat menjalankan tanggung jawab pekerjaan tanpa kehilangan perhatian terhadap kebutuhan anak. Seiring disiapkannya kompetensi pengasuh daycare jangan samlai terjadi kasus kekerasan seperti di daerah lain yang pernah terjadi.
Melalui kolaborasi dengan PLN Indonesia Power dan Tamasya Daycare Ananda, DP2KBP3A Kota Sukabumi mendorong agar edukasi pengasuhan tidak berhenti dalam satu kegiatan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik oleh pengasuh maupun orang tua. Kepedulian BUMN, sektor swasta, akademi, bisnis, komunitas, pemerintah maupun media masa juga terus dikembangkan di Kota Sukabumi
Yadi menegaskan, kualitas layanan pengasuhan harus terus ditingkatkan seiring dengan kebutuhan anak yang semakin beragam. Aspek keamanan, kenyamanan, pola komunikasi hingga stimulasi tumbuh kembang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari layanan daycare.
“Harapannya, anak-anak tetap tumbuh ceria dan mendapatkan pengasuhan yang baik, sementara orang tua bisa bekerja dengan lebih tenang. Pada akhirnya, yang kita jaga adalah tumbuh kembang dan masa depan anak,” pungkasnya. (ris)

1 hour ago
5














































