Virgo Tua

7 hours ago 9
Satu-satunya kendaraan yang tidak punya batas umur adalah kapal. Virgo Tua Tidak ada satu aturan pun –termasuk di negara maju– yang menentukan usia pensiun sebuah kapal. Tapi aneh. Ketika kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa 13 September lalu tertuduh utamanya ”karena kapalnya sudah tua”.

Vigota-8 (begitu saya menyebutnya) memang sudah gaek: 39 tahun. Tapi kesaksian dan laporan teknis menyebut bahwa kapal mengalami ”pergeseran titik keseimbangan”. Itu adalah istilah teknis untuk menyebut ”kapal miring”. Miringnya kian miring. Lalu tenggelam miring.

Posisi terakhir dilaporkan terbalik di dasar laut. Belum ditemukan di mana. Posisi kapal terus bergeser ke arah dasar laut yang lebih dalam di seputar Masalembu.

Anda sudah tahu: Di setiap kapal ada alat untuk memonitor posisi kapal: mengalami kemiringan atau tidak. Kapal yang sudah tua pun punya alat itu: inclinometer. Bentuknya masih seperti bandul. Untuk kapal Vigota-8 dugaan saya inclinometer-nya sudah dalam bentuk jarum jam. Sedang kapal yang lebih modern inclinometer-nya sudah digital.


Detik-detik Kapal Virgo Transport 8 yang ditemukan terbalik di Laut Jawa.-@joshua_banjarnahor_-Instagram

Tentu jalannya sebuah kapal pasti miring-miring. Akibat gelombang. Kalau miringnya 1 derajat masih dianggap stabil. Miring sampai 5 derajat pun masih wajar. Tapi kalau miringnya sudah 10 atau 15 derajat kapten kapal sudah harus ambil tindakan: memeriksa daftar muatan. Tidak hanya daftar tapi juga posisi barang-barang yang dimuat.

Dalam hal Vigota-8 muatan terbanyaknya adalah truk bermuatan: 89 truk. Tiap truk bisa punya satu sopir, satu kernet, dan satu awak. Maka korban terbesar adalah kru truk-truk itu. Dari 213 penumpang Vigota-8 yang 153 adalah sopir, kernet, dan awak truk. Enam orang sudah ditemukan meninggal, 108 orang diselamatkan kapal-kapal penolong dan selebihnya belum ditemukan.

Asumsinya, terbanyak yang belum ditemukan adalah para sopir dan kernet yang biasanya pilih tidur di kendaraan –sambil jaga barang muatan.

Waktu kapal dilaporkan miring serius jam menunjukkan pukul 01.00. Berarti setelah 16 jam berlayar dari Surabaya. Atau 13 jam sebelum sampai pelabuhan Banjarmasin. Pada jam 01.00 pastilah mereka sedang nyenyak-nyenyaknya tidur. Pukul 02.00 kapal mulai kehilangan sinyal: berarti semua peralatan sudah terendam air.

Tentu perlu ada pengusutan: apa saja yang dilakukan sang kapten sejak inclinometer menunjukkan indikator kapal miring melewati angka 15 derajat. Pada jam berapa mulai melewati angka 15. Instruksi apa saja yang dilakukan kapten ke anak buah antara jam itu sampai pukul 01.00.

Pengakuan kapten kapal harus dicek ke awak. Siapa menerima instruksi apa.

Instruksi utama, mestinya, adalah: cek muatan. Apakah ada muatan yang bergeser. Muatan yang bergeser bisa menjadi penyebab kapal miring.

Virgo Tua

KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa-ist-

Di sinilah manajemen krisis harus dikuasai kapten beserta seluruh kru kapal. SOP harus digariskan, dilatihkan, diuji.

Di kapal tua tersedia cadangan air di bagian bawah kapal. Air itu ditempatkan di banyak ”bilik air”. Tujuannya, bila kapal miring ke kiri maka air di bilik kiri dipompa, dipindahkan ke bilik kanan. Di kapal modern semua itu sudah dikerjakan oleh IOT –internet of think. Begitu kapal miring internet memutuskan semuanya.

Maka bisnis angkutan umum tidak boleh hanya memikirkan untung. Pikiran utama adalah keselamatan –keuntungan akan otomatis mengikuti di belakangnya. Manajemen perusahaan angkutan harus mendalami prinsip-prinsip keselamatan.

Contohnya: perusahaan pembuat pesawat seperti Boeing. Mestinya Boeing senang kalau ada perusahaan yang datang untuk membeli pesawat. Tapi Boeing tidak akan melayani pembelian yang dilakukan oleh perusahaan yang tidak punya tim manajemen yang memenuhi syarat untuk sebuah perusahaan penerbangan.

McDonald’s saja tidak mau memberikan lisensi untuk seseorang yang tidak memahami SOP McDonald.

Anda tentu masih ingat ketika anak Mensesneg (yang kemudian jadi Wapres) Soedharmono, Bambang Rahmadi, ingin membeli lisensi McDonald’s untuk Indonesia. Meski ia anak pejabat tinggi yang sangat dipercaya Presiden Soeharto, Bambang tetap harus kerja magang dulu di McDonald’s Singapura selama….enam bulan!

Selama magang ia harus bekerja sungguh-sungguh di semua bagian, mulai dari yang terbawah. Setelah lulus barulah McDonald’s memberikan lisensi kepadanya.

Harusnya untuk menjadi direktur utama sebuah perusahaan pelayaran kualifikasinya melebihi McDonald’s. Ibarat untuk menjadi komisaris sebuah bank harus lulus ujian khusus di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anaknya pemilik bank pun tidak bisa jadi komisaris tanpa ujian di OJK.

Perusahaan yang mengoperasikan Vigota-8, PT Virgo Karya Shipping, adalah perusahaan lama tapi baru dua bulan menjalankan kapal feri. Baru punya satu kapal Vigota-8 itu, yang baru dibelinya dari Jepang tiga bulan lalu.

Selama ini PT Virgo memang sudah bergerak di bidang kapal tapi kapal tarik tongkang. Manajemen PT Virgo lebih menguasai di bidang tarik tongkang daripada feri. Yang diangkut tongkang batu bara dan sejenisnya. Bukan nyawa manusia.

Walhasil kapal tua sama sekali tidak bisa disalahkan. Yang penting kapal itu sudah dinyatakan laik jalan oleh lembaga yang berwenang. Kapal tua bisa diperbarui: ganti plat baja di bagian-bagian yang dianggap sudah menipis. Itu sangat biasa. Standar internasionalnya begitu. Kapal adalah satu-satunya kendaraan yang boleh ganti baja. Tidak ada pesawat yang boleh ganti sebagian aluminium di bodinya.

Penyebab kapal miring lainnya adalah: salah dalam menyusun muatan. Doktrin ini semua kapten kapal tahu: muatan yang paling berat harus ditempatkan di sebelah mana. Kalau kapalnya bertingkat, muatan paling berat harus di lantai paling bawah. Tidak boleh truk yang paling berat ditaruh di lantai atas.

Maka manajemen pemuatan barang sangatlah penting. Ada SOP-nya: truk mana yang boleh masuk lebih dulu. Mana yang harus masuk kapal belakangan. Tidak boleh hanya berdasarkan urutan antrean.

Tidak boleh ada sogok-menyogok agar bisa masuk duluan. Tidak boleh sopir truk menipu saat mendaftarkan apa saja isi truknya. Kecenderungan menipu ini terjadi, utamanya, kalau yang diangkut barang sensitif seperti kimia atau baterai.

Persaingan antar feri juga sangat membahayakan. Ada feri yang disiplin menegakkan aturan. Misalnya tidak mau mengangkut truk ODOL. Itu sangat berbahaya bagi kapal. Tapi di saat yang sama ODOL yang ditolak itu diterima oleh feri yang kekurangan muatan.

Tenggelamnya Vigota-8 menyisakan banyak sekali pertanyaan mendasar di seputar itu. Jangan sampai semua masalah ditutupi dengan satu tuduhan: kapalnya tua.

Kasihan yang tua-tua tapi masih bertenaga. (Dahlan Iskan)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |