SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi kembali mendapat kesempatan memperluas wawasan di bidang pendidikan melalui keikutsertaan Abdul Aziz Rahman, Analis Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, dalam Seminar for Education from South East Asia di Tiongkok.
Kegiatan pendidikan internasional tersebut berlangsung selama 14 hari, mulai 10 hingga 24 September 2026. Seminar menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi para pemangku kepentingan pendidikan dari negara-negara Asia Tenggara.
Abdul Aziz merupakan salah satu dari sembilan peserta asal Indonesia yang terpilih mengikuti kegiatan tersebut. Program ini diselenggarakan dan dibiayai oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, sedangkan proses seleksi peserta dari Indonesia dilakukan melalui Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN) Sekretariat Negara.
“Saya tentu sangat bangga dan senang bisa ikut mewakili Indonesia dalam kegiatan ini. Ini menjadi pengalaman sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan saya,” ujar Abdul Aziz.
Selama mengikuti seminar, Abdul Aziz bersama peserta lainnya mendapatkan berbagai materi strategis terkait pengembangan pendidikan.
Salah satu materi yang dibahas adalah manajemen asesmen dan evaluasi pendidikan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product).
Model CIPP memberikan kerangka evaluasi secara menyeluruh, mulai dari memahami konteks dan kebutuhan, melihat sumber daya yang tersedia, mengevaluasi proses pelaksanaan program, hingga mengukur hasil yang dicapai.
Materi tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya evaluasi sebagai bagian dari perencanaan dan pengembangan program pendidikan.
Selain evaluasi pendidikan, seminar juga membahas manajemen talenta, pendidikan inklusif, dan STEM Education in China.
Melalui materi manajemen talenta, peserta mendapatkan wawasan mengenai strategi mengidentifikasi sekaligus mengembangkan potensi sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Sementara dalam pembahasan pendidikan inklusif, peserta berkesempatan melihat praktik layanan pendidikan bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus. Salah satunya melalui kunjungan ke laboratorium sekolah yang memberikan layanan bagi peserta didik dengan autisme.
Peserta juga diperkenalkan dengan penerapan STEM Education yang mengintegrasikan sains, teknologi, engineering, dan matematika dalam pembelajaran.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah peserta didik.
Bagi Abdul Aziz, berbagai materi tersebut menjadi pengalaman berharga karena memberikan gambaran mengenai pengelolaan pendidikan dari perspektif yang lebih luas.
Selain agenda akademik, peserta mengikuti sejumlah kunjungan untuk melihat perkembangan sosial, budaya, ekonomi, teknologi, dan perkotaan di Tiongkok.
Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain West Lake di Hangzhou, Shanghai, dan Yiwu.
Kunjungan tersebut memberikan pengalaman kontekstual kepada peserta mengenai perkembangan kota, teknologi, perdagangan, budaya, hingga keterkaitannya dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia.
Abdul Aziz mengikuti program tersebut bersama delapan peserta lainnya dari Indonesia yang berasal dari berbagai institusi.
Peserta Indonesia terdiri atas dua guru dari Provinsi Aceh, satu dosen UIN Ponorogo, dua perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, satu perwakilan Kementerian Keuangan, satu perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Abdul Aziz dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.
Keikutsertaan Abdul Aziz menjadi kesempatan untuk membawa perspektif pendidikan daerah dalam forum internasional sekaligus memperluas jejaring dengan para pemangku kepentingan pendidikan.
Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama berada di Tiongkok dapat menjadi tambahan wawasan dalam menjalankan tugasnya di Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan Seminar for Education from South East Asia juga diharapkan membuka peluang pertukaran praktik baik dalam pengembangan pendidikan, khususnya terkait manajemen pendidikan, evaluasi CIPP, manajemen talenta, pendidikan inklusif, dan STEM.
Bagi Kabupaten Sukabumi, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif dalam pengelolaan pendidikan dan mengikuti perkembangan inovasi pendidikan di tingkat internasional. (wdy)

13 hours ago
9














































