KEPEDULIAN SOSIAL: DPD KNPI Kabupaten Sukabumi berkolaborasi dengan DPK KNPI Kecamatan Tegalbuleud dan Forum Pemuda Hijrah menggelar aksi sosial di kawasan selatan Sukabumi, Minggu (20/9). FOTO: ISTIMEWA
SUKABUMI-DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi berkolaborasi dengan DPK KNPI Kecamatan Tegalbuleud dan Forum Pemuda Hijrah menggelar aksi sosial di kawasan selatan Sukabumi.
Kegiatan berupa penyerahan santunan bagi anak yatim, bantuan lansia/jompo, serta wakaf Al-Qur’an tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Kecamatan Tegalbuleud.
Agenda yang diikuti jajaran pengurus organisasi kepemudaan, para santri, hingga tokoh masyarakat setempat ini menjadi bukti komitmen pemuda untuk hadir secara konkret melayani masyarakat di luar ruang advokasi dan wacana pembangunan.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Gilang Gusman menegaskan, gerakan kepemudaan di Kabupaten Sukabumi harus berorientasi pada aksi nyata yang memberikan dampak langsung di tingkat hulu.
“Pemuda tidak boleh hanya berbicara tentang perubahan, tetapi harus hadir dan memberikan manfaat secara langsung. Santunan kepada anak yatim dan jompo serta wakaf Al-Qur’an ini adalah bagian dari ikhtiar KNPI untuk membangun kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan,” ujar Gilang, Minggu (20/9).
KEPEDULIAN SOSIAL: DPD KNPI Kabupaten Sukabumi berkolaborasi dengan DPK KNPI Kecamatan Tegalbuleud dan Forum Pemuda Hijrah menggelar aksi sosial di kawasan selatan Sukabumi, Minggu (20/9). FOTO: ISTIMEWAGilang menambahkan, semangat utama organisasi pemuda saat ini adalah ‘bergerak dan berdampak’, sehingga kehadiran KNPI dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kelas bawah, khususnya di sektor sosial, pendidikan, dan keagamaan.
Sementara itu, Ketua DPK KNPI Kecamatan Tegalbuleud, Hari, menyampaikan apresiasinya kepada DPD KNPI, para donatur, serta pengasuh Ponpes Al-Ikhlas yang telah menyukseskan agenda tersebut.
Ia berharap aksi sosial ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial sesaat, melainkan menjadi stimulus gerakan bersama yang berkelanjutan di wilayah Tegalbuleud.
“Kepedulian sosial bukan hanya tanggung jawab satu organisasi, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi gerakan rutin para pemuda di Tegalbuleud,” tutur Hari.
Di tempat yang sama, perwakilan Forum Pemuda Hijrah Kecamatan Tegalbuleud, Riswanto menjelaskan, bahwa pilar wakaf Al-Qur’an disalurkan untuk mendukung syiar Islam serta pembentukan karakter religius generasi muda di lingkungan pesantren dan pedesaan.
“Kami ingin wakaf Al-Qur’an ini menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Pemuda harus menjadi bagian dari solusi dengan mengisi masa muda lewat kegiatan positif, memperkuat silaturahmi, dan menghidupkan nilai-nilai keagamaan,” ungkap Riswanto.
Rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Al-Ikhlas tersebut ditutup dengan doa bersama, penyerahan bantuan secara simbolis, serta ramah tamah bersama para penerima manfaat. (Ndi)

7 hours ago
9














































