Langgam.id – Banjir yang merendam gedung Sekolah SMP Negeri 41 Kota Padang viral di sosial media. Genangan air yang tinggi masuk hingga ke ruang kelas dengan ketinggian hampir mencapai meja belajar terekam dalam cctv dan beredar di sosial media.
Kepala SMP Negeri 41 Kota Padang, Amridas menceritakan detik-detik banjir yang menggenangi seluruh lingkungan sekolah, Senin (3/8/2026).
Amridas mengatakan pada pagi hari aktivitas belajar mengajar masih berlangsung normal. Guru dan siswa tetap mengikuti proses pembelajaran di kelas meski hujan sudah mulai turun sejak pagi.
“Pada pagi hari belum ada tanda-tanda akan terjadi banjir. Kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa,” ujarnya saat ditemui Langgam.id di sekolah, Selasa (4/8/2026).
Namun, memasuki siang hari intensitas hujan semakin tinggi. Kondisi itu membuat pihak sekolah mulai khawatir karena lokasi SMP Negeri 41 berada tidak jauh dari aliran sungai yang kerap meluap saat hujan deras.
Melihat situasi tersebut, Amridas kemudian mengambil keputusan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar lebih awal. Sekitar pukul 12.00 WIB, seluruh siswa diinstruksikan pulang ke rumah masing-masing sebagai langkah antisipasi.
Sekitar 20 menit setelah seluruh siswa dipulangkan, air mulai masuk dari bagian belakang sekolah dan menggenangi lapangan basket yang berada di tengah kompleks sekolah.
Melalui pantauan kamera CCTV, Amridas melihat air terus naik hingga memasuki ruang-ruang kelas, ruang guru, dan berbagai fasilitas lainnya.
Di saat bersamaan, Amridas mengaku tidak dapat kembali ke sekolah karena dirinya terjebak di luar akibat tingginya genangan air yang sudah tidak dapat dilalui kendaraan.
“Saya hanya bisa memantau kondisi sekolah melalui CCTV. Air terus naik dan masuk ke ruang kelas serta ruang guru,” ujarnya.

Selama proses itu, ia bersama guru lainnya hanya bisa menyaksikan situasi melalui rekaman CCTV. Tidak ada upaya penyelamatan yang dapat dilakukan karena tinggi air telah mencapai sepinggang orang dewasa dengan arus dan warna air yang keruh sehingga dinilai membahayakan.
“Kami tidak berani memaksakan masuk karena air sudah tinggi dan dikhawatirkan terus bertambah,” katanya.
Keesokan paginya, pihak sekolah memutuskan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar karena hampir seluruh area sekolah dipenuhi lumpur dan sisa material banjir.
“Guru-guru yang rumahnya tidak terdampak langsung bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Sementara guru yang rumahnya ikut terdampak banjir diberikan izin untuk tidak masuk agar dapat membersihkan rumah masing-masing,” jelas Amridas.
Amridas berharap bantuan segera datang agar proses pembersihan dapat dipercepat sehingga kegiatan belajar mengajar bisa kembali berlangsung dalam waktu dekat.
“Kami berharap ada bantuan untuk membersihkan sekolah sehingga proses belajar mengajar bisa segera kembali normal,” tuturnya. (FIX)

18 hours ago
12














































