SERIUS: Seminar Cakupan Nasional Update Knowledge bagi Dokter Umum dan Perawat, di Gedung dr. Slamet Santosa. (Dok.Radar Sukabumi)RADARSUKABUMI.COM – Pelayanan kesehatan tidak berhenti pada tersedianya ruang perawatan, obat, maupun peralatan medis. Di balik layanan yang diterima pasien, ada tuntutan agar dokter dan perawat terus memperbarui pengetahuan seiring perkembangan ilmu kedokteran yang bergerak cepat. Hal itu menjadi perhatian RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi atau RS Bunut dengan menggelar Seminar Cakupan Nasional Update Knowledge bagi Dokter Umum dan Perawat, di Gedung dr. Slamet Santosa.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus menjaga mutu pelayanan klinis yang diberikan kepada masyarakat.
Direktur RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Yanyan Rusyandi, mengatakan peningkatan kompetensi tenaga medis merupakan kebutuhan yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, perkembangan ilmu kesehatan menuntut tenaga medis untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal.
“Tenaga kesehatan harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Perkembangan ilmu kedokteran sangat cepat, sehingga apa yang dipelajari hari ini harus terus diperbarui agar pelayanan kepada pasien tetap sesuai dengan standar dan kebutuhan terkini,” kata Yanyan kepada Radar Sukabumi, pada Selasa (25/8).
Seminar tersebut dibuka oleh Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan Mutu RSUD R. Syamsudin, S.H., didampingi Kepala Bidang Diklit beserta jajaran. Peserta terdiri dari dokter umum dan perawat yang menjadi bagian penting dalam pelayanan langsung kepada pasien.
Untuk memperkaya materi, RSUD R. Syamsudin menghadirkan dua dokter spesialis sebagai narasumber, yakni dr. Asep Tajul Mutaqin, Sp.B, MMRS, dokter spesialis bedah umum, serta dr. Rini Sulviani, Sp.A., M.Kes., dokter spesialis anak.
Kehadiran para narasumber diharapkan tidak hanya memberikan tambahan wawasan teoritis, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai persoalan klinis yang ditemui dalam praktik sehari-hari.
Yanyan menilai forum seperti ini penting karena kualitas pelayanan rumah sakit sangat berkaitan dengan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan dan standar klinis yang terus berkembang.
“Update knowledge ini bukan hanya kegiatan pembelajaran, tetapi bagaimana pengetahuan yang didapat bisa diterapkan dalam pelayanan. Harapannya, setiap tenaga medis semakin percaya diri dan tepat dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan mutu pelayanan juga harus dibangun dari budaya belajar di lingkungan rumah sakit. Dokter dan perawat dituntut mampu mengikuti perkembangan ilmu, memahami pembaruan standar pelayanan, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan pasien.
Terlebih, RSUD R. Syamsudin, S.H. sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan di Kota Sukabumi menangani masyarakat dengan kondisi dan kebutuhan medis yang beragam. Situasi tersebut membuat penguatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Seminar ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen RSUD R. Syamsudin untuk membangun pelayanan yang semakin profesional, aman dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Pada akhirnya yang kita harapkan adalah masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi investasi penting bagi rumah sakit,” tutur Yanyan.
Dengan pembekalan ilmu secara berkelanjutan, RSUD R. Syamsudin berharap para dokter dan perawat tidak hanya mampu mengikuti perkembangan dunia medis, tetapi juga membawa pengetahuan tersebut ke ruang pelayanan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kota Sukabumi. (ris)

7 hours ago
8
















































