Ini Sosok Keizha Elsiraz, Pembawa Baki HUT RI ke-81 Kota Sukabumi

6 hours ago 9

SUKABUMI – Langkahnya mungkin terlihat sederhana. Membawa baki bendera Merah Putih menuju tiang upacara. Namun, bagi Keizha Elsiraz, tugas tersebut menjadi pengalaman yang jauh lebih besar dari sekadar menjalankan sebuah prosesi.

Di usianya yang masih muda, Keizha telah belajar satu hal penting yaitu kemerdekaan tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dihormati dan diisi dengan menjadi generasi yang bertanggung jawab serta bermanfaat bagi bangsa.

Siswi MAN 1 Kota Sukabumi itu dipercaya menjadi pembawa baki bendera Merah Putih pada pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Sukabumi. Kepercayaan tersebut menjadi salah satu momen paling membanggakan sekaligus mengharukan dalam perjalanan hidupnya.

“Pastinya senang banget, bangga, sekaligus terharu juga. Menurut aku, dipercaya jadi pembawa baki itu bukan hal yang gampang dan merupakan suatu kehormatan yang sangat besar,” ujar Keizha.

Keizha mengetahui dirinya terpilih setelah melewati rangkaian latihan dan penilaian selama masa persiapan. Saat namanya disebut sebagai pembawa baki, perasaan yang muncul pun bercampur aduk.

Ia sempat tidak percaya. Rasa bahagia bercampur gugup dan bangga seketika memenuhi pikirannya. Namun, di balik kebahagiaan itu, Keizha langsung menyadari satu hal: ada kepercayaan besar yang harus dijaga.

“Yang pertama kali terlintas itu, aku harus bisa menjalankan kepercayaan ini dengan sebaik mungkin. Aku sadar tugas ini bukan tentang membawa baki saja, tapi ada tanggung jawab besar yang harus dijaga,” tuturnya.

Untuk sampai pada posisi tersebut, perjalanan Keizha tidak berlangsung singkat. Ia harus mengikuti proses seleksi bersama peserta lainnya, kemudian menjalani latihan dan penilaian dalam berbagai aspek.
Kedisiplinan, tanggung jawab, mental, hingga kesiapan menjalankan tugas menjadi bagian yang diperhatikan selama proses persiapan.

Bagi Keizha, latihan bukan hanya menempa kemampuan fisik. Lebih dari itu, setiap tahapan mengajarkannya untuk mampu mengendalikan diri, menjaga konsentrasi, dan tetap tenang dalam situasi yang penuh tekanan.

Ketika rasa gugup mulai muncul, ia memiliki cara sederhana untuk mengatasinya. Mengatur napas, menenangkan pikiran, kemudian kembali memusatkan perhatian pada tugas yang harus dijalankan.

“Biasanya aku coba menenangkan diri seperti mengatur napas dan terus fokus terhadap tugas yang harus aku jalani,” katanya.

Perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Ada rasa lelah dan sejumlah momen yang membuatnya merasa berat. Namun, Keizha memilih bertahan.Dukungan dari teman, keluarga, dan sekolah menjadi kekuatan yang membuatnya kembali bersemangat ketika menghadapi masa-masa sulit.

Di balik keberhasilan Keizha menjalankan tugasnya, terdapat dukungan besar dari orang-orang terdekat. Orang tua menjadi sosok yang terus memberikan semangat sejak awal proses. Mereka tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga mengingatkan Keizha untuk menjaga kondisi tubuh, tetap disiplin, dan tidak mudah menyerah.

“Dukungannya sangat besar, seperti memberi semangat, selalu menjaga kondisi tubuh, memberikan motivasi, dan jangan mudah menyerah,” ungkapnya.

Bagi Keizha, dukungan tersebut menjadi energi tersendiri. Terlebih ketika rasa lelah mulai datang, ia kembali mengingat bahwa ada keluarga, teman, dan sekolah yang selalu berada di belakangnya.

Kebahagiaan pun tidak hanya dirasakan oleh dirinya. Orang tua Keizha turut merasa senang dan bangga melihat putrinya mendapatkan kepercayaan untuk membawa baki bendera Merah Putih dalam upacara tingkat kota.

Bagi sebagian orang, pembawa baki mungkin hanya menjadi salah satu bagian dari rangkaian upacara. Namun, bagi Keizha, tugas tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam. Membawa baki berarti membawa kepercayaan. Di dalamnya terdapat penghormatan terhadap Sang Saka Merah Putih sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Buat aku, membawa baki itu bukan sekadar menjalankan tugas di hari upacara, tapi ini adalah bentuk kepercayaan dan tanggung jawab untuk menghormati bendera Merah Putih serta perjuangan para pahlawan,” ujarnya.

Pengalaman tersebut juga memberikan pelajaran berharga bagi Keizha. Ia merasa menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, serta lebih berani menghadapi tantangan.

Ke depan, Keizha ingin menjadi seseorang yang sukses sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain. Pengalaman menjadi pembawa baki menjadi salah satu pijakan penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Baginya, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian, tetapi juga dari seberapa besar seseorang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.  Kini, setelah melewati rangkaian latihan dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, Keizha membawa sebuah harapan sederhana untuk Indonesia.

Ia berharap Indonesia semakin maju, aman, dan terus berkembang. Lebih dari itu, ia ingin generasi muda Indonesia tidak kehilangan semangat untuk menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

“Semoga Indonesia semakin maju, aman dan terus berkembang. Semoga generasi muda bisa terus menjaga kesatuan, tanggung jawab dan rasa semangat yang besar,” pungkasnya. (wdy)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |