Dinkes Catat 5.634 Kasus Katarak di Sumbar Sepanjang 2025

6 hours ago 4

Langgam.id — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mencatat sebanyak 5.634 kasus katarak terjadi di Sumatera Barat sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mata di daerah.

Data itu disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pengampuan Pelayanan Mata antara Pemprov Sumbar dan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, serta Perjanjian Kerja Sama dengan 24 rumah sakit jejaring pengampu layanan mata di Sumbar, di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, Jumat (14/8/2026).

“Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, terdapat 5.634 kasus katarak pada tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan mata masih sangat diperlukan,” kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, tingginya kasus tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan jejaring pelayanan mata di Sumbar. Kerja sama dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung diharapkan dapat meningkatkan kemampuan rumah sakit daerah dalam menangani berbagai penyakit mata.

Ia menegaskan, program pengampuan pelayanan mata tidak boleh berhenti pada penandatanganan kerja sama maupun pelatihan tenaga kesehatan.

“Kerja sama ini jangan berhenti pada penandatanganan dan pelatihan semata. Harus menjadi langkah nyata dan berkelanjutan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan mata yang terintegrasi, bermutu, dan merata di seluruh Sumatera Barat,” ujarnya.

Program pengampuan tersebut mencakup lima penyakit mata prioritas, yakni katarak, retinopati diabetik, glaukoma, kelainan kornea, serta gangguan refraksi yang belum terkoreksi.

Penguatan kapasitas tenaga kesehatan dilakukan melalui workshop, pelatihan praktik, hingga pendampingan langsung dalam tindakan operasi. Dalam kegiatan di RSUD Dr. Achmad Mochtar, juga digelar pelatihan Wet Lab dan pendampingan operasi katarak menggunakan mesin fakoemulsifikasi bagi dokter spesialis mata dan perawat rumah sakit jejaring.

Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, Dr. dr. Antonia Kartika Indriati, Sp.M(K), M.Kes., mengatakan gangguan penglihatan dan kebutaan masih menjadi persoalan kesehatan yang signifikan di Indonesia.

Berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dipublikasikan pada 2021, prevalensi kebutaan di Indonesia mencapai tiga persen. Katarak menjadi salah satu penyebab utama kebutaan.

“Karena itu, Kementerian Kesehatan mengembangkan Program Pengampuan Layanan Mata untuk meningkatkan kompetensi dokter dan perawat mata serta memperkuat standar pelayanan secara lebih merata,” kata Antonia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA), drg. Busril, MPH., mengatakan pengampuan bersama Rumah Sakit Mata Cicendo merupakan peluang bagi rumah sakit daerah di Sumbar untuk meningkatkan kapasitas pelayanan.

Ia berharap kerja sama tersebut juga mendorong pengembangan telekonsultasi. Dengan begitu, rumah sakit daerah dapat menentukan kasus yang bisa ditangani di daerah dan kasus yang membutuhkan rujukan lebih lanjut.

Mahyeldi mengatakan Pemprov Sumbar akan terus memperkuat sinergi pemerintah, rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Dengan penguatan jejaring tersebut, ia berharap penanganan kasus katarak dan penyakit mata lainnya dapat dilakukan lebih cepat, merata, dan mudah diakses masyarakat di Sumatera Barat. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |