Langgam.id – 200 atlet dari delapan negara ambil bagian dalam Kompetisi Barongsai Internasional yang digelar di GOR HTT Padang, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) yang dimulai 15–17 Agustus 2026. Kejuaraan ini bakal memperebutkan Piala Gubernur Sumbar.
Selain itu, kompetesi ini juga menjadi salah satu agenda utama Festival Kota Tua Padang 2026 dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ratusan atlet dari delapan negara itu terdiri dari Indonesia, Vietnam, Australia, Hong Kong, Malaysia, Amerika Serikat, China, dan Prancis, ambil bagian dalam ajang tersebut. Para peserta tergabung dalam sekitar 15 sasana atau dojo barongsai.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, kompetisi ini memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu daerah yang mampu menggelar event olahraga bertaraf internasional.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis. Festival Kota Tua Padang menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Sumbar mampu membangun kebersamaan di tengah keberagaman.
“Ini membuktikan Sumbar sangat toleran. Segenap warga di Kota Tua Padang yang dihuni oleh multietnis serta didukung Pemprov Sumbar dan Pemko Padang berkolaborasi dan bergandengan tangan mengangkat event yang luar biasa. Jadi keliru kalau ada yang bilang Sumbar itu intoleran,” katanya.
Mahyeldi juga menilai kehadiran atlet dari berbagai penjuru dunia menunjukkan bahwa kompetisi barongsai di Padang bukan event biasa.
Kata dia, kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap promosi Sumatera Barat dan Kota Padang ke tingkat internasional.
Selain memperkenalkan kekayaan budaya daerah, event tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan aktivitas pelaku UMKM.
“Biasanya bulan kemerdekaan selalu semarak. Festival ini memperlihatkan kekayaan budaya Kota Padang sekaligus menggerakkan perekonomian,” ujarnya.
Ketua Umum PB Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Edy Kusuma, mengatakan kehadiran atlet dari berbagai negara merupakan bentuk pengakuan internasional terhadap perkembangan olahraga barongsai di Indonesia.
Dalam ajang yang disebut Wai Mou International Lion Dance Championship tersebut, kata Edy, kehadiran peserta mancanegara membuat penyelenggaraan semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI.
Menurut dia, barongsai Indonesia telah berkembang pesat dalam dua tahun terakhir dan telah menjadi bagian dari olahraga prestasi, termasuk dipertandingkan pada PON Aceh-Sumut 2024.
“Barongsai Padang luar biasa. Selain berprestasi, juga sukses menyelenggarakan event internasional,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, komitmen pemerintah kota untuk terus mendorong Padang menjadi kota berkelas dunia. Ia bahkan menargetkan jumlah negara peserta Festival Kota Tua Padang dapat meningkat pada tahun depan.
“Target kita tahun depan 50 negara hadir di Padang dalam Festival Kota Tua,” ujar Fadly.
Fadly mengatakan kawasan Kota Tua Padang memiliki kekayaan sejarah dan keberagaman etnis yang menjadi modal penting dalam pengembangan kota. Karena itu, berbagai kegiatan akan terus diperbanyak di kawasan tersebut.
Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyebut, olahraga barongsai turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga Sumbar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia berharap prestasi tersebut terus berkembang dan barongsai mampu menjadi salah satu cabang olahraga yang menyumbangkan medali bagi Sumbar pada PON NTT-NTB 2028. (WAN)

13 hours ago
9















































