Langgam.id — Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sumatera Barat pada April 2026 mengalami penurunan cukup tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat kunjungan wisnus ke daerah itu hanya mencapai 1,886 juta perjalanan atau turun 32,52 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 2,796 juta perjalanan.
Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan penurunan tersebut juga terlihat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Secara tahunan, jumlah perjalanan wisnus ke Sumbar turun 36,79 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 2,985 juta perjalanan.
“Pada April 2026 jumlah perjalanan wisatawan nusantara tujuan Sumatera Barat tercatat sebanyak 1.886.972 perjalanan. Angka ini turun 32,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Nurul Hasanudin dikutip dari rilis resmi BPS, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Nurul, seluruh daerah tujuan wisata utama di Sumbar mengalami penurunan kunjungan. Kota Padang masih menjadi tujuan wisata terbesar dengan 477.990 perjalanan pada April 2026. Namun jumlah tersebut turun 11,68 persen dibandingkan Maret 2026.
Setelah Padang, daerah tujuan wisata dengan jumlah perjalanan terbesar adalah Kabupaten Agam sebanyak 166.740 perjalanan, Kabupaten Solok 156.190 perjalanan, Kabupaten Padang Pariaman 139.590 perjalanan, dan Kota Bukittinggi 139.140 perjalanan.
Penurunan terdalam secara bulanan terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan yang anjlok 54,20 persen. Disusul Kabupaten Lima Puluh Kota yang turun 47,42 persen dan Kabupaten Tanah Datar sebesar 45,24 persen.
“Secara spasial, seluruh kabupaten dan kota dalam kelompok 10 besar tujuan wisata mengalami penurunan jumlah perjalanan wisatawan nusantara,” ujar Nurul.
Selain dari sisi tujuan perjalanan, BPS juga mencatat jumlah perjalanan wisnus yang berasal dari Sumatera Barat ikut menurun. Pada April 2026, perjalanan wisnus asal Sumbar tercatat sebanyak 1,666 juta perjalanan atau turun 24,05 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 2,194 juta perjalanan.
Kota Padang menjadi daerah asal wisatawan terbesar dengan 368.970 perjalanan. Namun jumlah tersebut turun 37,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan cukup besar juga terjadi pada Kabupaten Sijunjung yang turun 32,47 persen dan Kabupaten Pasaman Barat yang turun 29,25 persen.
Di tengah melemahnya perjalanan wisata domestik, sektor perhotelan berbintang justru menunjukkan perbaikan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumbar pada April 2026 tercatat sebesar 45,82 persen atau naik 2,92 poin dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 42,90 persen.
“TPK hotel berbintang mengalami peningkatan menjadi 45,82 persen pada April 2026. Namun secara tahunan masih lebih rendah dibandingkan April tahun lalu,” kata Nurul.
Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Minangkabau tercatat sebanyak 5.730 kunjungan pada April 2026. Angka tersebut turun 3,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 5.968 kunjungan.
Malaysia masih menjadi negara asal wisman terbesar ke Sumbar dengan 3.783 kunjungan, disusul Australia sebanyak 295 kunjungan dan Amerika Serikat 175 kunjungan.
Nurul menambahkan, meski terjadi penurunan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara pada April 2026, Sumbar tetap menjadi salah satu destinasi utama di wilayah barat Indonesia dengan aktivitas pariwisata yang ditopang oleh perjalanan domestik dan kunjungan dari negara-negara tetangga. (HER)

17 hours ago
12















































