Sejumlah Perusahaan Komit Tanam Investasi Rp2,2 Triliun Kembangkan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai

5 hours ago 7

Langgam.id — Sejumlah perusahaan menyatakan komitmennya untuk menanamkan investasi senilai Rp2,2 triliun dalam pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Investasi tersebut diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Rencana Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (11/6/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh pemilik lahan Fauzi Bahar bersama Direktur PT Tasake Indo Service (DAP 69) Dede Mulyana, Direktur PT Nusa Indah Permata Muhammad Yunus, dan Direktur PT Win Sekawan Utama Syafri. Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran.

Fauzi Bahar mengatakan, nilai investasi yang disiapkan untuk pengembangan kawasan tersebut mencapai Rp2,2 triliun. Dana itu akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas wisata dan pendukung, termasuk hotel, lapangan golf, serta sarana penunjang lainnya.

“Nilai investasi yang akan direalisasikan mencapai Rp2,2 triliun, meliputi pembangunan tiga hotel, lapangan golf, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya,” ujar Fauzi.

Menurut dia, pengembangan kawasan wisata terpadu tersebut diharapkan dapat menjadi destinasi baru yang mampu menarik wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Padang.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik rencana investasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang berkomitmen memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah itu.

“Kami mendukung penuh pembangunan kawasan wisata terpadu Padang Sarai ini dan berharap segera memasuki tahap groundbreaking. Pemerintah Kota Padang akan memberikan kemudahan investasi sesuai kebutuhan dan ketentuan peraturan daerah yang berlaku,” kata Fadly.

Menurut Fadly, investasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas lapangan kerja, menekan angka pengangguran, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia mengungkapkan, realisasi investasi di Kota Padang sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp4,5 triliun, baik yang berasal dari penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing. Sektor hotel dan restoran menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap capaian tersebut.

Selain itu, Fadly menilai proyek wisata terpadu tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Padang yang tengah mempersiapkan diri menuju Kota Gastronomi melalui nominasi Kota Kreatif UNESCO. Upaya itu diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Kota Padang sebagai destinasi wisata nasional maupun internasional.

Direktur PT Tasake Indo Service Dede Mulyana mengatakan pihaknya optimistis investasi yang direncanakan dapat memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah mendukung investasi ini. Kami berharap pembangunan yang dirancang dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Padang,” ujarnya.

Dengan komitmen investasi mencapai Rp2,2 triliun, pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis sektor pariwisata di Kota Padang yang tidak hanya memperkuat daya tarik wisata daerah, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |