Langgam.id – Sebanyak 32 pedagang di Basement Blok 3 Pasar Raya Padang masih menunggu kepastian lokasi relokasi, menjelang revitalisasi kawasan pasar yang akan dimulai 22 Juni 2026.
Hingga kini, sebagian pedagang mengaku belum menerima informasi resmi mengenai tempat berjualan sementara selama proses pembangunan berlangsung.
Pantauan Langgam.id pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, aktivitas di Basement Blok III masih berlangsung. Sejumlah pedagang terlihat membereskan dagangan, sementara di atas meja tampak tumpukan sayur-sayuran, cabai, bawang, bahan pokok, hingga sarapan pagi yang dijual kepada pengunjung pasar.
Seorang pedagang di Basement Blok 3, Indra (59), mengatakan para pedagang sudah mengetahui rencana relokasi. Namun, lokasi yang akan ditempati selama revitalisasi belum ada kejelasan.
“Kami sudah audiensi dengan dinas perdagangan bulan ini. Informasinya, pedagang akan dipindahkan ke halaman depan Blok III, tapi sampai sekarang belum ada kepastian dan surat relokasi juga belum ada,” katanya Senin, (15/6/2026).
Menurut Indra, hasil audiensi tersebut masih menimbulkan keraguan di kalangan pedagang, karena area yang disebut sebagai lokasi relokasi saat ini telah dipenuhi pedagang lain.
“Kondisi di sana sudah ramai. Kami khawatir kalau dipindahkan tanpa pengaturan yang jelas akan menimbulkan persoalan dengan pedagang yang sudah lebih dulu berjualan di lokasi itu,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat mengatur waktu pengerjaan tanpa harus merelokasi seluruh pedagang. Aktivitas jual beli di basement biasanya selesai sekitar pukul 10.00 WIB sehingga pekerjaan revitalisasi bisa dilakukan setelah jam operasional pasar berakhir.
“Kami hanya ingin tempat yang jelas kalau memang direlokasi. Jangan sampai terjadi keributan dengan pedagang lain karena semuanya sama-sama mencari nafkah,” ungkapnya.
Desmawati (49), pedagang lainnya, mengaku hanya mengetahui informasi kawasan basement akan ditata ulang oleh Pemerintah Kota Padang. Namun, dirinya belum mengetahui lokasi yang disiapkan bagi pedagang terdampak revitalisasi.
“Belum ada yang jelas informasi kami akan dipindahkan,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan pihaknya telah menyampaikan informasi terkait pelaksanaan revitalisasi kepada para pedagang maupun pengunjung.
“Kami sudah memberitahukan kepada para pedagang dan seluruh pengunjung Pasar Raya Padang terkait pelaksanaan revitalisasi yang akan dimulai pada 22 Juni 2026. Untuk mobilisasi dan aktivitas di kawasan pasar, nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan pekerjaan,” ujarnya.
Fizlan menjelaskan, revitalisasi tersebut akan berfokus pada peningkatan sarana dan prasarana pasar. Sejumlah pekerjaan yang akan dilakukan meliputi perbaikan jalan, pembenahan drainase, peningkatan sistem penerangan, serta penataan kawasan air mancur agar menjadi ikon baru yang dapat menarik minat pengunjung.
Menurutnya, konsep teknis revitalisasi kawasan tersebut menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum. Namun demikian, tujuan utama program ini adalah menciptakan lingkungan pasar yang lebih nyaman, aman, dan representatif bagi masyarakat.
“Fokus revitalisasi adalah memperbaiki infrastruktur pendukung seperti jalan, drainase, dan fasilitas lainnya. Kawasan air mancur juga akan ditata menjadi salah satu ikon Pasar Raya Padang sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” katanya. (WAN)

11 hours ago
10
















































