Langgam.id – Sebanyak 48 pedagang pujasera yang selama ini berjualan di kawasan GOR Haji Agus Salim Padang, mulai relokasi secara mandiri ke lapangan panjat tebing atau depan kawasan kolam renang Teratai, Rabu (17/6/2026).
Proses pemindahan pedagang ini dilakukan seiring dimulainya proses rekonstruksi kawasan olahraga terbesar di ibu kota Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) tersebut. Kawasan GOR Haji Agus Salim Padang bakal ditutup selama pengerjaan proyek.
Berdasarkan pantauan Langgam.id sekitar pukul 10.15 WIB, sejumlah para pedagang tampak membereskan perlengkapan dagangan, sementara meja, kursi, dan payung untuk jualan mulai diturunkan.
Baca juga:
- Segera Direnovasi, Menteri PU Cek Stadion Haji Agus Salim Padang
- Rencana Rekonstruksi GOR Agus Salim, Sekretariat Cabor dan Seni Budaya Tunggu Kepastian Relokasi
- Jelang Renovasi GOR Haji Agus Salim Padang, Sekretariat Cabor Mulai Direlokasi
Seorang pedagang pujasera, Marlinda, mengaku para pedagang telah mendapat informasi akan direlokasi ke Lapangan Panjat Tebing dengan ukuran lapak sekitar 3×6 meter.
Namun hingga kini, sebagian pedagang masih belum mengetahui secara rinci mekanisme dan biaya yang akan dikenakan di lokasi berjualan yang baru.
“Kami di sini sewanya sekitar Rp150 ribu per bulan. Katanya biaya kebersihan dan air Rp15 ribu, dan keamanan Rp10 ribu per harinya. Tapi kami belum tahu pasti soal biaya di tempat yang baru, yang jelas kami pindah dulu ke sana,” ujarnya kepada Langgam.id, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, para pedagang diperkirakan akan menempati lokasi relokasi tersebut selama lebih kurang satu tahun, sambil menunggu proses pembangunan kawasan GOR Haji Agus Salim selesai.
“Dari pihak dinas, katanya selama satu tahun lebih. Karena akan dibuatkan area pujasera yang baru nanti,” jelasnya.
Marlinda mengaku telah berjualan di kawasan GOR Haji Agus Salim selama 21 tahun. Dalam sehari, pendapatannya berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung jumlah pengunjung yang datang.
“Kalau per hari bisa jual beli Rp200 hingga Rp500 ribu,” ungkapnya.
Pedagang pujasera lainnya, Nurlina, mendukung rencana renovasi kawasan GOR Haji Agus Salim. Ia menilai akan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pelaku usaha di masa mendatang.
“Kalau untuk tujuan direnovasi, kami sangat setuju karena ini untuk kebaikan bersama dan penataan kawasan GOR Haji Agus Salim ke depan,” kata dia.
Nurlina bersyukur karena pemerintah masih menyediakan lokasi sementara untuk berjualan selama proses pembangunan berlangsung.
“Alhamdulillah pemerintah masih menyediakan tempat sementara untuk kami berjualan. Jadi kami tetap bisa mencari nafkah selama proses pembangunan berlangsung,” ucapnya.
Nurlina menyebutkan, akan segera memindahkan seluruh perlengkapan dagangannya ke lokasi relokasi dan menyiapkan anggaran sekitar Rp5 juta untuk membangun lapak semi permanen.
“Untuk membuat lapak baru di lokasi relokasi, saya menyiapkan anggaran sekitar Rp5 juta untuk bangunan semi permanen agar usaha tetap bisa berjalan,” pungkasnya. (WAN)

12 hours ago
7
















































