Nur Iskandar, Idola Kabau Sirah yang Kini jadi Asisten Pelatih Nil Maizar

15 hours ago 14

Langgam.id — Nama Muhammad Nur Iskandar tentu tidak asing bagi fans setia Semen Padang FC. Bahkan namanya memiliki tempat tersendiri dalam sejarah klub kebanggaan urang awak itu. Setelah bertahun-tahun menjadi andalan di lini depan Kabau Sirah, mantan pemain Timnas Indonesia itu kini kembali ke klub dengan peran berbeda.

Manajemen Semen Padang FC menunjuk Nur Iskandar bersama Hengki Ardiles sebagai asisten pelatih yang akan mendampingi pelatih kepala Nil Maizar untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.

Penunjukan tersebut disampaikan langsung oleh presiden klub Andre Rosiade, Senin (8/6/2026) malam. Kembalinya Nur bukan sekadar menghadirkan sosok mantan pemain. Nur Iskandar merupakan salah satu figur yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Semen Padang FC, dan menjadi idola publik Kabau Sirah.

Lahir di Jayapura pada 7 Desember 1986, Nur Iskandar mengawali karier sepak bolanya melalui akademi Persipura Jayapura dan tim PON Papua sebelum merantau ke sejumlah klub nasional. Ia pernah memperkuat Persias Asmat, Persitara Jakarta Utara, Batavia Union, hingga Persibo Bojonegoro sebelum bergabung dengan Semen Padang FC pada 2013.

Menjadi Ikon Kabau Sirah

Bersama Semen Padang FC, Nur Iskandar mencapai salah satu periode terbaik dalam kariernya. Pemain yang dikenal memiliki kecepatan, kemampuan menusuk dari sisi sayap, serta visi bermain yang baik itu tampil dalam 66 pertandingan dan mencetak 17 gol selama periode pertamanya bersama Kabau Sirah.

Pada era tersebut, Nur menjadi salah satu pemain favorit suporter. Kontribusinya membantu Semen Padang bersaing di papan atas kompetisi nasional serta tampil di level Asia melalui AFC Cup. Ia juga menjadi bagian skuad yang meraih gelar Indonesian Community Shield 2013.

Performa apiknya membuat Nur Iskandar mendapat panggilan Timnas Indonesia. Ia mencatatkan sejumlah penampilan bersama tim nasional senior pada periode 2012 hingga 2014.

Pernah Jadi Kapten

Kedekatan Nur Iskandar dengan Semen Padang tidak berakhir ketika ia meninggalkan klub pada 2016. Setelah sempat memperkuat Sriwijaya FC dan Bhayangkara FC, ia kembali membela Kabau Sirah pada musim 2020.

Saat itu, pelatih Eduardo Almeida mempercayakan ban kapten utama kepada Nur Iskandar. Keputusan tersebut diambil karena pengalaman, kepemimpinan, dan senioritas yang dimilikinya di dalam tim.

Penunjukan sebagai kapten menjadi bukti bahwa pengaruh Nur Iskandar tidak hanya terlihat dari kontribusi di lapangan, tetapi juga kemampuannya membimbing pemain lain.

Memulai Babak Baru

Setelah mengakhiri karier bermain, Nur mulai menapaki jalur kepelatihan. Pengalamannya sebagai mantan pemain profesional dan eks pemain Timnas menjadi modal penting dalam proses transformasi tersebut. Sebelum bergabung dengan Semen Padang FC, ia tercatat telah mulai berkiprah sebagai asisten pelatih di level klub.

Kini, Semen Padang FC memberikan kepercayaan kepada Nur Iskandar untuk menjadi bagian dari tim kepelatihan yang dipimpin Nil Maizar. Ia akan bekerja bersama mantan kapten Kabau Sirah lainnya, Hengki Ardiles, dalam membantu persiapan tim menghadapi target besar kembali promosi ke Liga 1.

Kehadiran Nur Iskandar dinilai memiliki nilai strategis. Selain memahami karakter klub dan kultur sepak bola Sumatera Barat, ia juga memiliki pengalaman panjang sebagai pemain yang pernah merasakan atmosfer kompetisi tertinggi di Indonesia.

Bagi suporter Kabau Sirah, kembalinya Nur Iskandar menghadirkan nostalgia sekaligus harapan. Sosok yang dulu berjuang mencetak gol untuk Semen Padang kini mendapat tugas baru: membantu membentuk tim yang mampu mengembalikan kejayaan klub ke kasta tertinggi sepak bola nasional. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |