SUKABUMI – Rumah Sakit Islam (RSI) Assyifa Sukabumi resmi membuka Unit Pelayanan Dialisis, Selasa (3/2/2026).
Peresmian ini menandai sejarah penting bagi rumah sakit Islam tersebut, setelah rencana pembangunan layanan cuci darah ini sempat tertahan selama 10 tahun, akibat berbagai kendala teknis dan pemenuhan standar yang ketat.
Direktur RSI Assyifa, dr Ahmad Dian menyatakan, bahwa operasional layanan ini merupakan hasil perjuangan panjang, terutama dalam dua tahun terakhir.
Ia mengaku, keterbatasan pengalaman dalam bidang dialisis membuat proses persiapan memakan waktu ekstra.
“Ini adalah sejarah bagi kami. Rencana ini sudah ada sejak 10 tahun lalu, namun baru bisa terlaksana sekarang di tahun 2026. Kami banyak belajar dari kekurangan yang ada, dan Alhamdulillah dengan bimbingan dr. Katrina serta dukungan vendor, hari ini kita bisa mulai melayani,” ujar dr. Ahmad Dian.
PENGECEKAN: SEREMONIAL: Ketua Yayasan Ketua Yayasan RSI Assyifa, KH Fathullah Mansyur (Abah Fatah) didampingi Direktur RSI Assyifa, dr Ahmad Dian saat mengecek ruangan Hemodialisis, Selasa (3/2/2026). FOTO: WAHYU/RADAR SUKABUMI
Fasilitas Modern di lahan strategis
layanan dialisis RSI Assyifa ini, memanfaatkan area eks-ruangan ICU dan kebidanan yang kini disulap menjadi ruang perawatan modern. Unit ini memiliki kapasitas 10 mesin dialisis yang terbagi secara sistematis:
Di mana, ruangan sebelah kiri, dikhususkan untuk pelayanan Hemodialisis (HD) dan ruangan sebelah kanan difokuskan pada pelayanan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) dan pemasangan alat CDL (Catheter Double Lumen).
Dian menjelaskan, bahwa salah satu faktor tersulit selama proses pembangunan adalah memastikan sistem pemurnian air (water treatment) yang harus benar-benar bebas kuman sesuai standar pusat.
Target Operasional Penuh dan Kerjasama BPJS
Meski baru melakukan soft opening, Dian menegaskan bahwa izin operasional sudah terbit dan pelayanan sudah mulai berjalan hari ini. Saat ini, pihak manajemen tengah menunggu proses persetujuan kerja sama dengan BPJS Kesehatan yang diharapkan rampung sebelum grand opening pada April mendatang.
“Permintaan sudah sangat banyak. Jika nanti BPJS sudah di-approve, pasien tentu akan semakin membludak. Kita targetkan grand opening di bulan April,” imbuhnya.
FOTO BERSAMA: PENGECEKAN: SEREMONIAL: Direktur RSI Assyifa, dr Ahmad Dian foto bersama sejumlah jajarannya di ruangan Hemodialisis, Selasa (3/2/2026). FOTO: WAHYU/RADAR SUKABUMI
Solusi Atas Kondisi ‘Overload’ di Sukabumi
Kehadiran layanan dialisis di RSI Assyifa diharapkan menjadi solusi atas penumpukan pasien cuci darah di Sukabumi.
Penanggung Jawab Unit Dialisis, dr. Katrina, mengungkapkan bahwa rumah sakit lain di Sukabumi, seperti RS Bunut, sudah mengalami overload dengan melayani hampir 100 pasien setiap harinya.
“Tempat di rumah sakit lain sangat terbatas. Selama ini pasien di RSI Assyifa yang membutuhkan cuci darah harus kami rujuk ke luar. Sekarang, kita sudah bisa menangani mereka secara mandiri,” ungkap dr. Katrina.
Sementara itu, pesan menyentuh diungkapkan Ketua Yayasan Ketua Yayasan RSI Assyifa, KH Fathullah Mansyur (Abah Fatah) yang juga merupakan pasien hemodialisis selama lebih dari 10 tahun.
Ia merasa sangat bersyukur atas pencapaian ini dan menekankan bahwa keberanian untuk terus berbenah adalah kunci.
“Kita harus berani bertarung dan berlomba dalam kebaikan. Ini adalah amanah besar. Saya titip agar pelayanan di sini harus benar-benar sesuai syariat Islami,” tutur Abah Fatah mengenang sejarah RSI Assyifa sebagai rumah sakit perjuangan.
Dengan dibukanya unit ini, RSI Assyifa Sukabumi kini siap melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan jadwal rutin cuci darah, sekaligus mengurangi beban rujukan rumah sakit lain di wilayah Sukabumi. (why)

15 hours ago
12














































