Langgam.id – Anggota DPR RI, Arisal Aziz, menjadi sorotan usai menyatakan mundur dari kursi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatra Barat (Sumbar).
Arisal Aziz mengaku mundur karena tidak mendapatkan ruang membantu partai PAN di daerah untuk lebih solid di daerah. Akhirnya, Arisal Aziz mengirim surat pengunduran diri ke Ketum DPP PAN, Zulkifli Hasan.
Sebelum menjadi politisi hingga DPR RI, Arisal Aziz dikenal sebagai seorang pengusaha sukses di Ranah Minang. Pria asal Pariaman ini merupakan pendiri sekaligus pemilik perusahaan logistik PT Indah Logistik Cargo atau Indah Cargo.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 yang telah diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Arisal Aziz tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 44,55 miliar.
Dalam dokumen LHKPN yang disampaikan pada 17 Maret 2026, Arisal Aziz melaporkan total aset senilai Rp 63,13 miliar. Setelah dikurangi kewajiban atau utang sebesar Rp 18,58 miliar, nilai kekayaan bersih yang dimiliki mencapai Rp 44.556.424.672.
Baca juga:
- Arisal Aziz Mundur dari Ketua DPW PAN Sumbar, Sudah Bersurat ke Ketum Zulkifli Hasan
- Alasan Arisal Aziz Mundur dari Ketua DPW PAN Sumbar, Ngaku Tetap Kader dan Komit di DPR RI
- Profil Arisal Aziz, Bos Indah Cargo yang Mundur dari Ketua DPW PAN Sumbar
Sebagian besar kekayaan Arisal Aziz berasal dari aset tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp 54,69 miliar. Aset tersebut tersebar di sejumlah daerah, antara lain Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Bogor, Tangerang, Padang Pariaman, Kampar, Pekanbaru, Aceh Utara, Jambi, Tasikmalaya, hingga Kota Padang.
Salah satu aset dengan nilai terbesar berupa tanah dan bangunan seluas 948 meter persegi di Jakarta Timur yang ditaksir senilai Rp 11,10 miliar. Selain itu, terdapat tanah dan bangunan di Jakarta Pusat dengan nilai Rp6,93 miliar serta lahan di Bogor senilai Rp6,08 miliar.
Di sektor alat transportasi dan mesin, Arisal Aziz melaporkan kepemilikan dua kendaraan dengan total nilai Rp 2,54 miliar. Kendaraan tersebut terdiri dari Toyota Alphard 3.5 Q AT tahun 2015 senilai Rp967 juta dan Mercedes-Benz S 450 L tahun 2025 senilai Rp1,57 miliar.
Selain itu, ia juga memiliki surat berharga senilai Rp4,62 miliar dan kas serta setara kas sebesar Rp 1,28 miliar. Dalam laporan tersebut tidak tercatat adanya harta bergerak lainnya maupun harta lainnya.
Tetap Kader PAN
Arisal Aziz mengaku mundur dari kursi Ketua DPW PAN Sumbar lantaran tidak mendapat ruang untuk membantu partai PAN lebih solid di daerah Sumbar.
“Saya mundur karena tidak bisa mendapatkan keinginan membantu PAN solid lagi. Karena tidak diberikan keinginan membangun jajaran DPD PAN lebih kompak,” katanya dihubungi Langgam.id, Sabtu (13/6/2026).
Meski begitu, Arisal tidak menjelaskan lebih lanjut apakah terdapat persoalan internal yang melatarbelakangi pengunduran dirinya dari struktur kepengurusan partai berlambang matahari itu.
Arisal Aziz menegaskan bahwa dirinya hanya mundur dari kepengurusan DPW PAN Sumbar. Sementara itu, komitmennya sebagai kader PAN dan anggota DPR RI tetap tidak berubah.
“Hanya mundur di pengurus PAN Sumbar. Untuk anggota DPR RI saya tetap komit dengan PAN,” tegasnya. (ICA)

6 hours ago
10














































