Gunakan Sepablock Semen Padang, Huntap Korban Galodo di Padang Panjang Hampir Rampung

17 hours ago 13

Langgam.id— Harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak mulai menjadi kenyataan bagi keluarga korban bencana galodo di Padang Panjang. Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis meninjau progres pembangunan hunian tetap (huntap) bagi keluarga penyintas di Kelurahan Silaing Bawah yang kini hampir rampung.

Di tengah hujan yang mengguyur kawasan tersebut, Hendri memastikan pembangunan rumah bagi warga terdampak berjalan sesuai rencana. Salah satu penerima manfaat, Putri Ayu, menyambut kedatangan wali kota dengan penuh rasa syukur. Bagi dirinya, rumah yang sedang dibangun itu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebangkitan setelah kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga akibat bencana.

Putri bersama suaminya, Andre Septia, sebelumnya tinggal di kawasan Jembatan Kembar. Saat bencana hidrometeorologi melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025, rumah mereka rusak dan kedua orang tua Putri meninggal dunia.

Sejak saat itu, keluarga tersebut harus menempati rumah kontrakan dengan biaya sewa yang dibantu Pemerintah Kota Padang Panjang sembari menunggu pembangunan hunian permanen.

Pembangunan huntap dimulai setelah peletakan batu pertama pada 30 April 2026 yang dilakukan Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama Wali Kota Hendri Arnis. Program tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilaksanakan BNPB bersama pemerintah daerah.

Menariknya, pembangunan huntap percontohan tersebut menggunakan material sepablock, inovasi bahan bangunan produksi PT Semen Padang. Material ini dipilih karena memiliki proses pemasangan yang lebih cepat, kuat, dan efisien sehingga dinilai cocok untuk mendukung percepatan pembangunan hunian bagi korban bencana.

Saat ini, progres pembangunan rumah tipe 36 tersebut telah mencapai sekitar 90 persen. Struktur utama bangunan telah selesai, sementara sejumlah pekerjaan akhir seperti pemasangan keramik dan plafon masih dalam tahap penyelesaian.

Huntap tersebut dibangun menggunakan dukungan dana BNPB sebesar Rp60 juta. Pemerintah Kota Padang Panjang turut memberikan bantuan tambahan untuk penyempurnaan bangunan agar lebih nyaman ditempati.

Dalam kunjungannya, Hendri berdialog langsung dengan Putri dan Andre untuk memastikan kebutuhan keluarga penerima manfaat dapat terakomodasi sebelum rumah diserahterimakan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan BNPB yang terus membantu kami sejak awal hingga saat ini. Semoga rumah ini segera selesai dan bisa kami tempati bersama anak-anak,” kata Putri.

Andre menambahkan, perhatian pemerintah sejak masa tanggap darurat hingga proses pembangunan huntap memberikan semangat bagi keluarganya untuk bangkit dari masa sulit yang mereka alami.

Hendri berharap rumah yang dibangun tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga menjadi awal kehidupan baru yang lebih baik bagi keluarga penyintas.

“Rumah ini harus disyukuri dan dirawat dengan baik. Semoga menjadi tempat yang membawa ketenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan bagi keluarga,” ujar Hendri.

Menurut Hendri, penggunaan sepablock dalam pembangunan huntap menjadi salah satu contoh pemanfaatan inovasi material konstruksi lokal untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Selain mempercepat proses pembangunan, material tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan bangunan yang kokoh dan nyaman bagi masyarakat.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kesbangpol Padang Panjang Dian Eka Purnama beserta jajaran terkait lainnya. Dengan progres pembangunan yang hampir selesai, keluarga penerima manfaat berharap dapat segera menempati rumah baru mereka dan memulai lembaran kehidupan yang baru setelah melewati masa-masa sulit akibat bencana galodo. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |