Ekonomi Sumbar Pascabencana Bergeliat, Pasar Rakyat hingga UMKM Kembali Bergerak

5 hours ago 9

Langgam.id – Aktivitas ekonomi masyarakat di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra mulai menunjukkan pemulihan signifikan. Kondisi ini juga terlihat di wilayah Sumatra Barat (Sumbar).

Dalam laporan Badan Komunikasi Pemerintah, pasar rakyat di tiga provinsi tersebut kembali beroperasi. Kemudian, transaksi UMKM digital iuga meningkat, hingga layanan publik berangsur pulih pasca terdampak bencana besar akhir 2025.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari mengatakan, pemulihan tersebut terlihat dari berbagai indikator ekonomi dan sosial yang kini mulai bergerak positif.

“Pemulihan ekonomi masyarakat terdampak menunjukkan tanda-tanda positif yang terukur,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Dari total 210 pasar rakyat, sebanyak 196 pasar atau 93,3 persen kini sudah kembali aktif melayani masyarakat. Di Sumbar, seluruh 26 pasar rakyat telah kembali berjalan normal.

Di Provinsi Aceh, sebanyak 114 dari 127 pasar atau sekitar 89 persen telah kembali beroperasi. Sementara di Sumatra Utara, 56 dari 57 pasar atau 98,2 persen pasar telah aktif kembali.

Meski demikian, pemerintah masih mencatat terdapat 13 pasar di Aceh dan satu pasar di Sumatra Utara yang hingga kini belum kembali beroperasi.

Selain aktivitas perdagangan konvensional, pemulihan ekonomi juga terlihat dari meningkatnya aktivitas UMKM berbasis digital. Pemerintah mencatat total transaksi e-commerce UMKM di tiga provinsi terdampak mencapai Rp13,2 triliun selama periode 22 Januari hingga 23 April 2026.

Angka tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa roda ekonomi masyarakat mulai bergerak kembali setelah terdampak bencana.

Pemerintah juga mengidentifikasi sebanyak 193.703 debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terdampak bencana dengan total outstanding mencapai Rp11,22 triliun per 10 Maret 2026. Data itu digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan restrukturisasi kredit serta pendampingan pemulihan usaha bagi pelaku UMKM.

Di sektor sosial dan keagamaan, pemulihan juga terus berlangsung. Sebanyak 1.558 dari total 1.593 rumah ibadah atau 97,8 persen telah kembali digunakan masyarakat.

Kementerian Agama turut menyalurkan bantuan rehabilitasi masjid dan musala senilai Rp5 miliar untuk 132 unit rumah ibadah. Khusus di Sumut, dua unit bantuan masih dalam proses penyaluran karena lokasi rumah ibadah sedang direlokasi ke kawasan yang lebih aman.

Qodari menyebut, secara keseluruhan terdapat empat capaian utama yang mulai dirasakan masyarakat terdampak bencana.

“Secara keseluruhan, ada empat capaian mendasar yang sudah dirasakan masyarakat terdampak,” katanya.

Pertama, kepastian ekonomi keluarga dinilai tetap terjaga melalui tiga instrumen bantuan keuangan dengan total nilai lebih dari Rp1,42 triliun.

Kedua, layanan dasar seperti rumah sakit, puskesmas, sekolah, listrik, dan BTS disebut hampir sepenuhnya pulih. Pemulihan konektivitas digital bahkan disebut mendekati 100 persen di wilayah terdampak.

Ketiga, konektivitas nasional yang sempat terganggu kini kembali tersambung sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik berjalan normal.

Keempat, aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak kembali. Hal itu ditandai dengan transaksi UMKM yang mencapai Rp13,2 triliun dan beroperasinya kembali 196 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 19.312 unit hunian sementara dari target 20.338 unit telah selesai dibangun.

Selain itu, pembangunan hunian tetap bagi korban bencana juga terus berjalan dengan total lebih dari 39 ribu unit rumah permanen yang telah disiapkan di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (ICA)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |