Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Unand Hadirkan Pompa Irigasi Tenaga Surya untuk Petani Bawang di Alahan Panjang

17 hours ago 10

PalantaLanggam – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Andalas kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026, di Rimbo Tinggi, Jorong Galagah, Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa bersama Kelompok Tani Kumbang Jantan dengan mengusung tema “Implementasi Teknologi Pompa Air Tenaga Surya untuk Mendukung Ketahanan Air Pertanian Bawang di Nagari Alahan Panjang Kabupaten Solok.”

Program pengabdian ini berfokus pada penerapan prototipe Pompa Irigasi Tenaga Surya Portable sebagai solusi terhadap kendala utama yang dihadapi petani bawang merah, yakni keterbatasan akses air dan sulitnya pengangkutan pompa berbahan bakar solar ke area perkebunan. Melalui inovasi tersebut, petani diharapkan dapat memperoleh sistem irigasi yang lebih praktis, hemat energi, ramah lingkungan, dan efisien dalam mendukung produktivitas pertanian.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. Ir. Rusnam, MS. selaku perwakilan Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Andalas. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus hadir memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna yang mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan perwakilan Kelompok Tani Kumbang Jantan yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Para petani berharap inovasi yang diperkenalkan dapat membantu mengatasi persoalan irigasi yang selama ini menjadi tantangan utama, terutama saat musim kemarau.

Selanjutnya, Delvi Yanti selaku dosen Departemen TPB memberikan pemaparan mengenai spesifikasi, fungsi, serta prinsip kerja Pompa Irigasi Tenaga Surya Portable. Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa pemanfaatan energi surya menjadi alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat secara langsung di kebun salah satu anggota kelompok tani. Demonstrasi yang dipandu oleh mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem berlangsung dengan baik. Alat mampu menyerap air dari sumur penampungan milik warga dan mengalirkannya ke lahan bawang secara lancar dan optimal.

Selain demonstrasi, tim pengabdian juga memberikan pendampingan teknis kepada petani terkait proses instalasi, pengoperasian, hingga pemeliharaan alat. Kegiatan ini menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya petani bawang merah di Kabupaten Solok.

Fajrin Uthama Malik selaku perwakilan Kelompok Tani Kumbang Jantan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada tim pengabdian dari Universitas Andalas atas dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada masyarakat.

“Mewakili seluruh anggota Kelompok Tani Kumbang Jantan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan menyambut baik kehadiran Bapak, Ibu, serta rekan-rekan dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Andalas. Kami merasa sangat terbantu dengan inisiatif dan pendampingan yang diberikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi pompa air tenaga surya sangat relevan dengan kebutuhan petani di wilayah dataran tinggi seperti Alahan Panjang. Menurutnya, ketersediaan air selama ini menjadi persoalan utama yang memengaruhi keberlangsungan usaha tani bawang merah.

“Dengan adanya teknologi ini, beban operasional kami menjadi lebih efisien dan kekhawatiran akan kekurangan air di lahan pertanian dapat teratasi dengan lebih baik,” tambah Fajrin.

Lebih lanjut, ia berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berlanjut melalui berbagai program pendampingan dan inovasi teknologi lainnya.

“Kami menyadari bahwa sinergi antara dunia akademisi dan praktisi di lapangan adalah kunci kemajuan pertanian. Oleh karena itu, kami berharap program ini tidak berhenti sampai di sini saja. Masih banyak potensi dan kendala di lapangan yang dapat kita sinergikan demi meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan anggota kelompok tani,” tuturnya.

Usai demonstrasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan alat kepada petani sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pertanian berbasis teknologi di Nagari Alahan Panjang. Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara Tim Pengabdian, anggota kelompok tani, dan penyuluh pertanian, serta makan siang bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi teknologi pertanian yang adaptif, efisien, dan mampu memperkuat ketahanan sektor pertanian di Kabupaten Solok.

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |