Sekdis Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska mendampingi Sekda Kabupaten SukabumiSUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak cepat mengantisipasi ancaman anomali cuaca El Nino dengan menggelar Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam Serentak, belum lama ini.
Kegiatan yang dipusatkan di Kelompok Tani Arya Laksana, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung ini, merupakan bagian dari program serentak di 11 kabupaten/kota penerima bantuan benih padi di Provinsi Jawa Barat.
Langkah taktis ini diambil guna mengejar realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus mengamankan produktivitas pangan di wilayah Sukabumi menjelang musim kemarau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendampingi petani.
“Melalui percepatan pemanfaatan bantuan benih padi yang telah disalurkan, diharapkan musim tanam dapat berjalan lebih awal demi mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan gerakan masif berskala provinsi.
“Inti dari kegiatan ini adalah gerakan tanam untuk mempercepat dalam rangka Perluasan Areal Tanam (PAT) padi di Kabupaten Sukabumi. Namun, pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya di Kabupaten Sukabumi, tapi serentak juga di 11 kabupaten di Provinsi Jawa Barat,” ujar Leli.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, H. Denis Eriska, SP., M.Si., kepada Radar Sukabumi memaparkan target besar yang harus dicapai dalam program PAT ini.
Menurutnya, percepatan harus dilakukan karena adanya target bulanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Dalam rangka pasca-swasembada pertanian dan pangan, kita punya target penambahan PAT sebesar 11.114 hektar di Kabupaten Sukabumi. Hari ini kita menyegerakan hal tersebut,” kata Denis.
Denis menambahkan, aspek krusial dari percepatan ini adalah siasat menghadapi El Nino yang diprediksi mulai berdampak signifikan pada bulan Juli hingga Oktober mendatang. Memulai tanam saat ketersediaan air masih melimpah adalah kunci keberhasilan panen nantinya.
“Kondisi hari ini insyaallah air masih cukup banyak. Pada awal pertanaman kita memang memerlukan air yang banyak, sehingga nanti saat musim kemarau datang, tanaman padi sudah tinggal di ujung panen. Dengan begitu, El Nino tidak akan mengganggu produktivitas hasil pertanian kita,” jelasnya optimis.
Rangkaian acara hari itu diawali dengan penyerahan bantuan benih padi secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani, diikuti dengan aksi tanam bersama di lahan sawah oleh para pejabat dan petani setempat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Zoom Meeting terpusat di Kabupaten Subang, serta ditutup dengan dialog interaktif antara kementerian, pemerintah daerah, dan penyuluh pertanian guna memantapkan koordinasi di lapangan.
Selain dihadiri jajaran Pemkab Sukabumi dan Kementerian Pertanian, kegiatan ini juga disaksikan oleh perwakilan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi, Polres Sukabumi, serta para penyuluh pertanian setempat yang siap mengawal gerakan Semai dipercepat, lahan diolah, tanam disegerakan demi mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan. (Den)

13 hours ago
15















































