Langgam.id – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, memotivasi Kafilah Sumbar yang tengah berlaga pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.
Vasko bersama istrinya, Dianita Maulin, mengunjungi langsung Kafilah Sumbar pada Selasa malam (15/9/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi atas perjuangan kafilah dan official yang membawa nama Sumbar dalam ajang nasional tersebut.
Kehadiran Vasko disambut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri, Kepala Biro Kesra Edi Dharma Syafni, Ketua LPTQ Sumbar Prof. Ikhwan Matondang, Kabag Bina Mental dan Spiritual Marwansyah, serta para kafilah dan official.
Turut hadir para perantau Minang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Minang (IKM) Semarang yang diketuai Nafrizon Bogek.
Vasko mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmennya untuk memenuhi janji bertemu langsung dengan Kafilah Sumbar di Semarang.
Menurutnya, keberadaan para kafilah di MTQ Nasional merupakan hasil dari proses panjang. Mereka juga membawa harapan masyarakat Sumbar dan Minangkabau di ranah maupun rantau.
“Saya datang bersama istri memenuhi janji mengunjungi Kafilah Sumbar. Semua yang ada di Semarang saat ini telah melalui proses yang cukup panjang. Kita berangkat bersama karena yakin seluruh masyarakat Sumbar dan Minangkabau dari seluruh dunia mendoakan kita,” ujar Vasko.
Ia juga mengapresiasi kerja para official yang memberikan pendampingan kepada kafilah, termasuk dalam memperjuangkan hak peserta melalui mekanisme yang berlaku dalam penyelenggaraan MTQ Nasional.
Menurut Vasko, keberanian official memperjuangkan hasil perlombaan menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap para kafilah.
“Apa yang dilakukan tim official yang dipimpin Kepala Biro Kesra merupakan bentuk kepedulian untuk memperjuangkan yang terbaik bagi kafilah dan masyarakat Sumbar,” katanya.
Vasko juga mengapresiasi dukungan IKM Semarang yang ikut memberikan perhatian dan pelayanan kepada Kafilah Sumbar selama berada di Semarang.
Ia menilai dukungan perantau Minang menjadi kekuatan tersendiri bagi kafilah yang tengah berjuang dalam kompetisi tersebut.
“Saya mendapat laporan bahwa perantau Minang banyak membantu sejak awal sampai sekarang. Kita bersatu hari ini mendukung Kafilah Sumbar di ajang MTQ Nasional ini,” ujarnya.
Vasko berharap kebersamaan antara pemerintah, kafilah, official dan masyarakat Minang di rantau dapat menjadi energi tambahan bagi Kafilah Sumbar.
Dengan dukungan tersebut, ia optimistis Sumbar mampu meraih hasil terbaik dan menembus lima besar MTQ Nasional XXXI.
“Sampai detik ini saya bangga membawa nama Sumbar. Kita sama-sama meyakini masyarakat Minang mendoakan kita untuk bisa menembus lima besar,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma Syafni, mengatakan babak penyisihan MTQ Nasional XXXI masih berlangsung hingga Kamis (17/9).
Hingga Selasa malam, sebanyak 43 kafilah Sumbar telah mengikuti perlombaan pada berbagai cabang yang dipertandingkan.
“Untuk Rabu masih ada lima kafilah yang akan bertanding pada babak penyisihan. Kemudian pada Kamis juga masih ada lima kafilah yang akan mengikuti perlombaan,” jelas Edi.
Terkait Cabang Fahmil Al-Qur’an Putri, Edi menyampaikan Tim Official Sumbar telah mengajukan protes secara tertulis kepada Dewan Pengawas dan Dewan Hakim MTQ Nasional.
Protes tersebut diterima sehingga Regu Sumbar dipastikan melanjutkan perlombaan ke babak berikutnya.
“Alhamdulillah protes kita diterima dan kafilah kita lolos ke babak berikutnya. Mohon dukungan dan doa dari Wakil Gubernur serta seluruh masyarakat Sumbar agar Kafilah Sumbar dapat meraih prestasi terbaik,” katanya.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat Dewan Pengawas MTQN XXXI sebagai respons atas surat Ketua LPTQ Provinsi Sumbar Nomor 126/LPTQ-SB/IX/2026 tanggal 14 September 2026.
Keputusan diambil setelah Dewan Pengawas menggelar rapat bersama Ketua dan Wakil Ketua Dewan Hakim serta seluruh Dewan Hakim Majelis Fahmil Al-Qur’an.
Edi juga mengapresiasi dukungan IKM Semarang kepada Kafilah Sumbar selama berada di Semarang.
“Ini menunjukkan bahwa kita tidak sendiri. Ada pemerintah, official, masyarakat Sumbar dan para perantau yang bersama-sama memberikan dukungan kepada kafilah. Semoga kebersamaan ini menjadi energi bagi seluruh peserta untuk memberikan yang terbaik,” pungkasnya. (HER)

4 hours ago
6














































