Heboh Kabar RS Bunut Sukabumi Tolak Pasien, Dinkes Langsung Sidak: Ini Faktanya!

13 hours ago 8
 Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ida Halimah bersama Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD R. Syamsudin, S.H., dr. Asep Saepulah, saat sidak ke ruangan. (Dok.Radar Sukabumi) SIDAK: Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ida Halimah bersama Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD R. Syamsudin, S.H., dr. Asep Saepulah, saat sidak ke ruangan. (Dok.Radar Sukabumi)

RADARSUKABUMI.COM – Informasi mengenai dugaan penolakan pasien warga Kota Sukabumi untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit mendapat perhatian Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Untuk memastikan kondisi sebenarnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ida Halimah bersama Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD R. Syamsudin, S.H., dr. Asep Saepulah, serta tim melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit yang terkenal dengan seburan RS Bunut itu.

Pengecekan dilakukan dengan melihat kondisi pelayanan sekaligus menggali informasi dari pasien, keluarga pasien dan pihak rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, Dinkes memastikan tidak ditemukan adanya penolakan pasien.

Pasien tetap diterima dan mendapatkan penanganan medis di IGD, sementara kepadatan terjadi karena ruang rawat inap dalam kondisi penuh sehingga sebagian pasien harus menjalani observasi dan perawatan sementara di IGD hingga tempat tidur tersedia.

Ida Halimah mengatakan, kondisi tersebut perlu dijelaskan kepada masyarakat agar informasi mengenai pelayanan kesehatan tidak berkembang menjadi kesimpulan yang keliru. Menurutnya, pelayanan terhadap pasien tetap berjalan, sementara rumah sakit terus mencari langkah untuk mengurai kepadatan, terutama di tengah meningkatnya jumlah pasien anak dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami sudah melakukan pengecekan langsung dan prinsipnya pasien tetap diterima. Tidak ada penolakan. Ketika ruang rawat inap penuh, pasien sementara ditangani dan diobservasi di IGD sampai ada tempat tidur yang tersedia,” ujar Ida Halimah,kepada Radar Sukabumi, pada Selasa (15/9).

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD R. Syamsudin, dr. Asep Saepulah membenarkan adanya peningkatan jumlah pasien anak dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi itu membuat sebagian pasien harus lebih lama berada di area gawat darurat, namun bukan karena tidak diterima rumah sakit.

“Untuk pasien anak memang dari beberapa minggu kemarin banyak terus, sehingga banyak tertahan di Gawat Darurat. Tapi prinsipnya kami menerima semua pasien, tidak ada penolakan pasien,” kata Asep.

Untuk mengurangi antrean dan mempercepat ketersediaan tempat tidur, rumah sakit melakukan sejumlah langkah. Di antaranya mengupayakan dokter anak melakukan visit lebih awal sehingga pasien yang kondisinya sudah memungkinkan untuk pulang dapat segera dipulangkan.

Menurut Asep, persoalan lain yang turut membuat pasien bertahan lebih lama adalah proses menunggu jemputan setelah dinyatakan boleh pulang. Karena itu, rumah sakit menyiapkan fasilitas pengantaran, terutama bagi pasien yang berada di wilayah dalam kota. Rumah sakit juga menyediakan ruang transit bagi pasien yang masih menunggu jemputan agar tempat di IGD dapat segera digunakan pasien berikutnya.

“Kita juga upayakan dokter-dokter anak lainnya untuk visit lebih awal, supaya kalau ada yang sudah boleh pulang bisa segera. Kalau pasien sudah boleh pulang tetapi masih menunggu jemputan, kita siapkan fasilitas untuk mengantarkan, terutama pasien dalam kota,” jelasnya.

Selain itu, rumah sakit memperkuat perencanaan kepulangan pasien agar proses pemulangan dapat dilakukan lebih cepat dan tempat tidur bisa segera kembali tersedia.

“Kita juga punya ruang transit. Kalau masih menunggu jemputan, daripada lama, kita arahkan ke ruang transit dulu sehingga pasien dari IGD bisa masuk. Kita juga melakukan perencanaan pasien pulang, supaya setiap pasien yang memang sudah bisa pulang diupayakan besok sudah bisa pulang,” ujarnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya.

“Apabila mengalami kendala dalam pelayanan kesehatan, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui kanal resmi Dinas Kesehatan maupun rumah sakit,” tegas Ida.

Ida menegaskan, keselamatan pasien dan pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas, sementara penataan pelayanan terus dilakukan untuk menghadapi tingginya kunjungan pasien. (ris)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |