SUKABUMI – Jenama fesyen lokal Yogi Studio by The Blew menunjukkan eksistensinya di industri mode dengan meluncurkan beragam koleksi unik, mulai dari produk pakaian dengan desain yang diproduksi secara terbatas (limited) hingga desain yang mengadaptasi season perayaan di Indonesia seperti Imlek, Natal, dan Idul Fitri. Kali ini Yogi Studio by The Blew hadir dengan koleksi yang mengusung tema perayaan Imlek 2026 yang berhasil mencuri perhatian hingga ke mancanegara. Mengusung kekuatan pada kualitas handmade dan detail bordir eksklusif, jenama yang dirintis sejak 2017 ini semakin mempertegas posisinya sebagai pelaku UMKM kreatif yang mampu bersaing hingga pasar internasional.
Kisah perjalanan Yogi Studio diangkat dalam program Cerita Bersama Brand Lokal yang tayang di kanal YouTube JNE ID. Pemilik Yogi Studio by The Blew, Yogi menceritakan bagaimana bisnisnya berawal dari keberanian mengambil langkah usaha secara nekat, namun tetap disertai perhitungan dan pemahaman bisnis yang matang.
Sejak awal berdiri, Yogi Studio by The Blew memposisikan diri sebagai ruang kreatif independen yang mengutamakan kualitas jahitan setara tailor, bukan produksi massal. Pendekatan tersebut membuat setiap koleksi diproduksi dalam jumlah terbatas (limited), sehingga memberikan nilai eksklusivitas bagi pelanggan.
“Setiap produk kami dibuat dengan detail dan jumlah terbatas, sehingga pelanggan merasa lebih personal dan tidak khawatir akan kesamaan busana dengan orang lain,” ujar Yogi.
Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, Yogi Studio menghadirkan koleksi dengan nuansa meriah dan elegan. Selain desain khusus, pelanggan juga dapat memanfaatkan layanan kustomisasi warna dan ukuran, termasuk untuk kebutuhan busana seragam keluarga.
Tidak berhenti pada momentum Imlek, Yogi Studio by The blew juga telah menyiapkan sekitar 30 desain baru untuk menyambut Ramadan dan Lebaran. Koleksi tersebut didominasi detail bordir dan payet berkualitas tinggi yang menjadi ciri khas brand ini.
Keunikan desain dan konsistensi kualitas membawa Yogi Studio by The Blew menembus pasar internasional. Produk-produknya kini telah dikirim ke berbagai negara seperti Italia, Amerika Serikat (New York), Singapura, dan Malaysia. Salah satu pencapaian yang mencuri perhatian adalah pengiriman produk ke Italia dengan konsep fashion cycle yang memanfaatkan material unik dari taplak meja, yang mendapat apresiasi dari pasar Eropa.
Menurut Yogi, keberlanjutan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kreativitas, tetapi juga oleh nilai-nilai dasar dalam berusaha. “Dengan tetap rendah hati, kita akan terus merasa perlu belajar dan berkembang. Kejujuran juga penting, baik dalam mengakui kekurangan produk maupun dalam setiap proses berkarya,” katanya.
Ia juga berpesan kepada pelaku usaha muda untuk tidak sekadar mengikuti tren atau fenomena FOMO (Fear of Missing Out), melainkan membangun bisnis dengan tekad kuat yang dibarengi pemahaman dan strategi yang matang.
Kepala Cabang JNE Bandung, Iyus Rustandi, mengatakan program “Cerita Bersama Brand Lokal” dibuat untuk memberi ruang bagi UMKM membagikan pengalaman dan inspirasi kepada pelaku usaha lain. Ia menilai Yogi Studio by The Blew menjadi bukti bahwa pelaku usaha daerah memiliki potensi besar untuk bersaing secara global. “UMKM seperti Yogi Studio by The Blew menunjukkan bahwa produk lokal bisa memiliki daya saing tinggi. JNE berkomitmen mendukung pelaku usaha melalui layanan logistik, edukasi, dan ruang publikasi agar mereka dapat naik kelas,” ujar Iyus.
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan UMKM menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi daerah. “Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berani memanfaatkan peluang ekspor. JNE siap mendampingi melalui berbagai program dan layanan yang kami miliki,” tutur Iyus. Kisah Yogi Studio by The Blew diharapkan dapat memberi motivasi bagi UMKM lain untuk terus berinovasi dan memperkuat kualitas produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan UMKM lokal, JNE turut memberikan program promo hemat ongkir untuk setiap pembelian produk Yogi Studio by The Blew selama periode 14 Februari hingga 14 Maret 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus mendorong daya saing brand lokal di tengah industri kreatif yang semakin berkembang. (sri)

7 hours ago
9












































