KPID Jabar Bekali Kota Sukabumi Soal Etika Liputan Bencana

3 hours ago 6

CIKOLE – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan regulasi penyiaran dalam liputan bencana di Balai Kota Sukabumi, Kamis (21/5).

Kegiatan tersebut, diikuti berbagai unsur mulai dari insan penyiaran, pers, organisasi kepemudaan hingga pegiat informasi di Kota Sukabumi.

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet mengatakan, kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara KPID Jabar dan Pemerintah Kota Sukabumi dalam meningkatkan pemahaman mengenai regulasi penyiaran, khususnya dalam peliputan kebencanaan. “Kami berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi untuk melaksanakan Bimtek penguatan regulasi penyiaran dalam liputan bencana,” kata Adiyana kepada Radar Sukabumi, Kamis (21/5).

Menurut Adiyana, KPID juga mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat seperti pers mahasiswa dan organisasi kepemudaan agar memiliki pemahaman yang baik terkait penyiaran yang bertanggung jawab. “Dalam Undang-Undang Nomor 32 tentang Penyiaran disebutkan bahwa lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab ikut mendorong pembangunan nasional serta pelestarian lingkungan. Selain itu, dalam P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran red*) terdapat aturan khusus mengenai peliputan bencana yang harus dipatuhi seluruh lembaga penyiaran. Informasi dalam peliputan bencana harus akurat dan tidak menimbulkan kepanikan. Dalam aturan juga tidak diperbolehkan mewawancarai anak-anak korban bencana secara sembarangan,” jelasnya.

Menurutnya, etika peliputan menjadi hal penting karena berkaitan dengan perlindungan korban serta tanggung jawab media kepada masyarakat. “Regulasi tersebut juga berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang mengatur fungsi dan tanggung jawab media dalam menyampaikan informasi kepada publik,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi, Endah Aruni mengapresiasi KPID Jawa Barat yang telah memilih Kota Sukabumi sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penyiaran yang edukatif, akurat dan beretika. “Kami mengapresiasi kegiatan ini dilaksanakan di Kota Sukabumi. Kalau bisa kegiatan seperti ini sering dilakukan karena sangat bermanfaat,” timpalnya.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta memahami penanganan informasi kebencanaan semakin meningkat.

Bimtek tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga penyiaran dan masyarakat dalam menghadirkan informasi yang berkualitas, terutama saat terjadi bencana. “Dengan adanya penguatan regulasi penyiaran, diharapkan seluruh pihak mampu menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya cepat, tetapi juga tetap mengedepankan akurasi, empati dan perlindungan terhadap korban bencana,” pungkasnya. (Bam)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |