Langgam.id– Suasana tenang menyelimuti Dermaga Tua Peijat, Kepulauan Mentawai, Rabu (18/3/2026) sore. Langit cerah seakan memberi restu bagi perjalanan ratusan warga yang bersiap meninggalkan pulau terluar di Sumatera Barat untuk menempuh perjalanan laut menuju kampung halaman.
Di sepanjang dermaga, ratusan warga tampak berdiri dengan barang bawaan sederhana, seperti koper, tas besar, hingga kardus yang diikat rapi. Mereka terlihat tidak sabar untuk segera menaiki kapal KM Sabuk Nusantara 68. Wajah-wajah mereka memancarkan harapan sekaligus kerinduan yang telah lama tertahan.
Hari itu, mereka bukan sekadar pelancong, melainkan para perantau yang akhirnya mendapat kesempatan pulang kampung melalui program “Mudik Aman Berbagi Harapan” yang digagas PT Semen Padang. Program ini membantu masyarakat, khususnya warga Kepulauan Mentawai, agar dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi.
Bagi sebagian orang, perjalanan laut mungkin hanya perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Namun, bagi para pemudik di Dermaga Tua Peijat, perjalanan ini memiliki makna lebih dalam: tentang rindu, keluarga, dan momen kebersamaan yang telah lama dinantikan.
Sarjualirti, salah seorang pemudik, tampak menggenggam erat tangan suaminya, Muhammad Fadil. Ia mengaku bersyukur bisa mengikuti program mudik gratis tersebut, terlebih ini merupakan pengalaman pertamanya bersama PT Semen Padang.
“Ini pengalaman pertama kami mengikuti program mudik gratis bersama Semen Padang. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan biaya. Saya sangat senang bisa ikut,” ujar ASN Dinas Kominfo Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai itu.
Antusiasme serupa juga dirasakan Wiwik Syamsuar, warga Mentawai yang hendak mudik ke kampung halamannya di Padang Pariaman. Ia mengaku telah tiga kali mengikuti program mudik gratis PT Semen Padang. Baginya, program ini tidak hanya memudahkan transportasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para pemudik.
“Peserta mudik tidak hanya mendapatkan tiket gratis, tetapi juga perlengkapan perjalanan seperti pakaian, air mineral, dan makanan ringan. Hal-hal kecil ini sangat berarti, apalagi untuk perjalanan laut yang panjang. Terima kasih PT Semen Padang. Kami berharap program ini terus berlanjut,” katanya.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, menjelaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di daerah kepulauan seperti Mentawai yang menghadapi tantangan akses transportasi.
Menurutnya, program ini tidak sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan dan meringankan beban masyarakat. “Tahun ini merupakan pelaksanaan keempat. Kami menyiapkan kuota hingga 700 penumpang untuk rute Padang–Mentawai–Padang,” ujarnya.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa pelaksanaan mudik dibagi dalam dua rute perjalanan. Keberangkatan pertama dilakukan pada 16 Maret dari Pelabuhan Teluk Bayur menuju Tuapejat dengan sejumlah titik singgah, seperti Labuhan Bajau, Sikabaluan, dan Muara Saibi.
“Sementara itu, keberangkatan kedua dilakukan pada 18 Maret dari Tuapejat menuju Padang,” kata Hernes.
Program mudik gratis yang digelar perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Asisten III Bidang Administrasi Umum, Motisokhi Hura, yang hadir dalam pelepasan pemudik, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang. Program ini sangat berarti bagi warga Mentawai, terutama yang ingin pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, tidak hanya pada momen Lebaran, tetapi juga pada kesempatan penting lainnya,” ujarnya.
Setelah resmi dilepas, para pemudik mulai menaiki kapal satu per satu. Menjelang keberangkatan, suasana haru terasa di dermaga. Lambaian tangan keluarga dan kerabat mengiringi langkah para pemudik. Ada yang tersenyum, ada pula yang menahan haru.
Perlahan, kapal meninggalkan dermaga. Riak air laut yang tenang menjadi saksi perjalanan ratusan orang yang membawa satu tujuan: pulang kampung dengan selamat, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan.

16 hours ago
11














































