Bupati Tanah Satar: IKTD Harus Rangkul Seluruh Perantau Tanpa Membedakan Latar Belakang

11 hours ago 8

Langgam.id — Bupati Tanah Datar Eka Putra meminta Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Tanjung Pinang menjadi wadah yang mampu merangkul seluruh masyarakat asal Tanah Datar di perantauan, tanpa membedakan latar belakang.

Hal itu disampaikan Eka Putra saat menghadiri pengukuhan pengurus IKTD Kota Tanjung Pinang periode 2026-2031 di Pinang Harmoni KM 7, Kota Tanjung Pinang, Sabtu (5/9/2026) malam.

Eka Putra mengapresiasi kekompakan dan kerukunan masyarakat Tanah Datar di perantauan. Menurutnya, kebersamaan tersebut membuat rasa lelah setelah menempuh perjalanan panjang menuju Tanjung Pinang terbayarkan.

“Walaupun lelah perjalanan melewati tiga pulau, begitu sampai di sini dan melihat semangat perantau, capek itu hilang. Luar biasa keakraban, kekompakan dan kerukunan perantau Tanah Datar di sini,” ujarnya.

Ia berharap IKTD terus menjadi rumah bersama bagi seluruh perantau Tanah Datar.

“Kita di perantauan adalah satu kesatuan di bawah naungan IKTD. Rangkul semua warga kita, baik dari kalangan bawah, menengah maupun atas. Mari saling membantu dan saling mendukung,” katanya.

Di hadapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjung Pinang serta jajaran Forkopimda, Eka Putra juga menitipkan masyarakat Tanah Datar yang berdomisili di daerah tersebut.

Ia berharap para perantau yang masih mencari pekerjaan mendapat kesempatan, sementara mereka yang telah bekerja dapat memperoleh ruang untuk mengembangkan karier.

“Kepada Pak Wali Kota, kami titip warga kami yang ada di sini. Yang masih menganggur mudah-mudahan bisa mendapatkan pekerjaan, dan yang sudah menjadi pegawai bisa diberikan kesempatan untuk mengembangkan karier,” ujarnya.

Eka Putra mengatakan Pemkab Tanah Datar siap mendukung pembangunan Kota Tanjung Pinang sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat Tanah Datar di perantauan.

Menurutnya, tradisi merantau masyarakat Tanah Datar telah membuat sekitar 150 ribu orang bermukim di berbagai daerah di luar kampung halaman.

Ia juga menyampaikan kondisi terkini Tanah Datar setelah dilanda bencana banjir bandang dan longsor. Menurutnya, proses pemulihan terus berjalan dan sejumlah infrastruktur yang rusak mulai diperbaiki.

“Kami mengabarkan, di kampung halaman Alhamdulillah kondisi sudah membaik pascabencana alam. Sekarang semuanya sudah dalam proses recovery,” katanya.

Kepada pengurus IKTD yang baru dikukuhkan, Eka Putra berpesan agar amanah dan mampu merangkul seluruh anggota.

“Banyak bersabar, karena dalam organisasi sosial tentu banyak saran, masukan dan kritikan. Kami berharap pengurus yang baru bisa banyak bersabar dan terus merangkul seluruh warga Tanah Datar di sini,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi rencana pembangunan Rumah Gadang Tanah Datar atau Rumah Gadang Minangkabau di Tanjung Pinang. Menurutnya, rumah gadang dapat menjadi simbol persatuan sekaligus sarana menjaga identitas budaya Minangkabau di rantau.

Sementara itu, Wali Kota Tanjung Pinang Lis Darmansyah mengatakan pengukuhan pengurus IKTD bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan penyerahan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Pelantikan adalah penyerahan amanah jabatan dalam sebuah organisasi. Organisasi bukan tempat untuk meninggikan diri, melainkan ruang untuk memperbesar perhatian, khususnya kepada saudara-saudara keluarga besar Tanah Datar yang ada di perantauan,” ujarnya.

Menurut Lis, IKTD harus menjadi wadah yang mempererat persaudaraan, bukan hanya sesama masyarakat Tanah Datar, tetapi juga dengan seluruh masyarakat Tanjung Pinang yang hidup dalam keberagaman suku dan budaya.

Ia mengingatkan pengurus IKTD untuk memegang filosofi dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang, dengan tetap menghormati adat dan kearifan masyarakat setempat tanpa kehilangan akar budaya Minangkabau.

“Jangan sampai setelah pelantikan yang aktif hanya ketua, sekretaris dan bendahara. Jangan pula organisasi hanya ramai di pelantikan, tetapi sepi dalam perhatian,” tegasnya.

Lis berharap IKTD aktif bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, pemberdayaan UMKM dan kepemudaan. Ia juga mendorong organisasi tersebut membangun sinergi dengan Pemko Tanjung Pinang dan masyarakat.

Kepada pengurus baru, Lis menitipkan lima hal, yakni menjaga kekompakan dan nama baik organisasi, merangkul seluruh anggota, memperkuat kegiatan sosial dan ekonomi, membina generasi muda, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.

“Jadikan IKTD sebagai rumah kita dan rumah para perantau. Rumah tempat orang berkumpul, yang tua memberikan petuah, yang muda memperoleh bimbingan, yang susah mendapatkan pertolongan dan yang berhasil ikut membantu saudaranya,” katanya.

Ketua DPD IKTD Kota Tanjung Pinang periode 2026-2031 yang baru dikukuhkan juga mengajak seluruh masyarakat asal Tanah Datar di Tanjung Pinang menjaga kekompakan, memperkuat persatuan dan saling mendukung.

Ia menegaskan IKTD bukan milik ketua maupun pengurus, melainkan wadah bersama seluruh keluarga asal Tanah Datar di Kota Tanjung Pinang.

“IKTD bukan milik ketua seorang, tetapi milik kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh keluarga asal Tanah Datar yang ada di Kota Tanjung Pinang ini untuk selalu menjaga kekompakan dan saling mendukung, baik dalam suka maupun duka,” ujarnya.

Ia mengatakan kepengurusan baru memiliki cita-cita memperkuat keberadaan IKTD sekaligus menjaga identitas budaya Minangkabau di tengah kehidupan masyarakat perantauan.

Salah satunya melalui pembangunan Rumah Gadang di Kota Tanjung Pinang. Rumah gadang tersebut diharapkan menjadi wadah memperkenalkan dan melestarikan adat serta budaya Minangkabau kepada generasi muda, khususnya anak kemenakan yang lahir dan tumbuh di perantauan.

“Kami merasa banyak generasi muda yang lahir di perantauan belum begitu memahami adat dan budaya Minangkabau. Karena itu, kami berharap rumah gadang ini nantinya dapat menjadi tempat belajar dan mengenalkan kembali adat budaya kita,” katanya.

Ia berharap cita-cita tersebut dapat diwujudkan melalui kebersamaan, persatuan dan dukungan seluruh keluarga besar Tanah Datar di Kota Tanjung Pinang.

“Dengan kekompakan dan persatuan kita, mudah-mudahan cita-cita ini bisa menjadi kenyataan. Yang terpenting, anak kemenakan kita ke depan tidak lupa dengan adat dan budaya kita sebagai orang Minangkabau,” pungkasnya.

Selain pengurus IKTD Kota Tanjung Pinang periode 2026-2031, pada kesempatan tersebut juga dikukuhkan Pengurus Gema IKTD Kota Tanjung Pinang dan Limpapeh Rumah Nan Gadang Kota Tanjung Pinang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tanjung Pinang Raja Ariza beserta istri Handayani, Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar Lise Eka Putra, Gubernur Kepri periode 2016-2019 Nurdin Basirun, Dewan Penasehat DPP IKTD Marsma TNI Novla Mirsyah, Ketua Umum DPP IKTD Yuherman, Danlanud RHF Kolonel Pnb Agus Rohimat, anggota DPRD Kota Tanjung Pinang, Forkopimda Kota Tanjung Pinang, Dirut Operasional PT Bank Nagari Zilfra Efrizon dan undangan lainnya. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |