Mahasiswa Sastra Inggris UMMI Hidupkan Budaya Sunda Lewat Teater

13 hours ago 9
Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Program Studi Sastra Inggris Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Angkatan 2024 menampilkan salah satu adegan dalam pementasan teater "Pasini" di Auditorium UMMI, Minggu (5/7).

SUKABUMI -– Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Angkatan 2024 sukses memukau penonton melalui pementasan teater bertajuk “Pasini” yang digelar di Auditorium UMMI, Minggu (5/7). Pertunjukan tersebut menjadi implementasi pembelajaran yang memadukan sastra, seni pertunjukan, dan pelestarian budaya Sunda.

Pementasan yang diperankan mahasiswa semester IV itu menyuguhkan kisah tentang dinamika keluarga, harapan, serta pilihan hidup yang dikemas dengan nilai-nilai kearifan lokal Sunda. Penampilan para mahasiswa mendapat apresiasi meriah dari ratusan penonton yang memenuhi auditorium, termasuk para orang tua mahasiswa.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Bina Seni Budaya Sunda, Fenty Sukmawaty, mengatakan pementasan teater tersebut merupakan luaran akademik yang dirancang untuk mengasah kreativitas, kepekaan, serta kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan karya sastra.

“Melalui mata kuliah ini mahasiswa tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga memahami sastra dan budaya. Mereka diajak mengembangkan ide-ide kreatif melalui karya sastra yang tetap berakar pada budaya sendiri,” ujarnya.

Menurut Fenty, penguatan kearifan lokal menjadi salah satu ciri khas Program Studi Sastra Inggris UMMI. Di tengah tuntutan pendidikan yang berorientasi global, UMMI memilih menghadirkan identitas lokal sebagai keunggulan program studi.

“Kalau semua berbicara internasional, itu sudah menjadi standar. Yang membedakan adalah bagaimana kita menghadirkan kearifan lokal sebagai kekuatan. Karena kami berada di Jawa Barat, maka budaya Sunda menjadi identitas yang kami angkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pementasan teater juga menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki tahap penyusunan tugas akhir. Sebab, mahasiswa Sastra Inggris nantinya akan banyak mengkaji berbagai karya sastra, seperti novel, drama, maupun lagu berbahasa Inggris.

“Pementasan ini melatih mahasiswa untuk memahami, menginterpretasikan, sekaligus menghidupkan sebuah karya sastra. Pengalaman tersebut akan sangat membantu ketika mereka melakukan penelitian pada karya sastra di masa mendatang,” katanya.

Naskah “Pasini” yang ditulis dan disutradarai oleh Meisya Aurelia Saherudin dan M. Luthfi Isnainnur Rachman mengangkat pesan tentang pentingnya menjaga janji, keluarga, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dalam budaya Sunda.

Keberhasilan pertunjukan juga tidak lepas dari kolaborasi lintas program studi. Selain melibatkan para mahasiswa Sastra Inggris sebagai pemeran utama, kegiatan tersebut turut didukung mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) serta sejumlah sponsor.

Fenty mengapresiasi kerja keras para mahasiswa yang telah menjalani proses latihan secara intensif hingga mampu menampilkan pertunjukan yang memikat.

“Saya bangga dengan semangat mahasiswa semester empat yang terus berlatih hingga mampu menghadirkan pertunjukan yang luar biasa. Pengalaman ini akan membentuk mental, kedisiplinan, dan kemampuan mereka dalam bekerja sama,” tuturnya.

Melalui pementasan “Pasini”, Program Studi Sastra Inggris UMMI menunjukkan bahwa internasionalisasi pendidikan tidak harus menghilangkan identitas budaya lokal. Sebaliknya, nilai-nilai budaya Sunda justru dapat menjadi kekuatan yang dikenalkan kepada dunia melalui karya sastra dan seni pertunjukan.(den)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |