Langgam.id – Mati listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (22/5/2026) malam, menyisakan duka mendalam di Kabupaten Tanah Datar.
Tiga remaja di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Tanah Datar, diduga menjadi korban keracunan asap genset setelah menggunakan mesin tersebut di ruangan tertutup saat listrik padam. Mereka ditemukan dalam kondisi kritis pada Sabtu (23/5/2026) pagi.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan intensif. Berikut beberapa fakta yang dirangkum dari hasil informasi dan penelusuran tim Langgam.id.
- Mati listrik massal di Sumbar
Peristiwa tragis ini terjadi saat hampir semua wilayah di Sumbar mengalami pemadaman listrik massal pada Jumat (22/5/2026) malam. Dalam kondisi gelap dan aktivitas warga terganggu, sejumlah remaja di Nagari Pandai Sikek itu menyalakan genset masjid untuk mengisi daya handphone mereka.
- Korban Diduga Tertidur
Polisi menduga para korban tidak menyadari bahaya asap genset karena tertidur saat mesin masih menyala di dalam ruangan. Kondisi kamar yang tertutup membuat gas dari genset terperangkap dan terhirup terus-menerus sepanjang malam.
“Karena mati lampu semalam, anak-anak ini menggunakan genset dalam kamar. Mungkin karena ketiduran atau bagaimana, nanti kita pastikan,” kata Kasatreskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronald Hidayat, Sabtu (23/5/2026).
- Cas HP dengan Genset
Menurut keterangan polisi, para remaja awalnya hanya ingin mengisi baterai handphone yang habis akibat pemadaman listrik. Mereka meminta izin kepada pengurus Masjid Nurul Huda untuk menyalakan genset di area belakang masjid.
“Pas lampu mati, anak-anak ini berkumpul dan bermain. Karena baterai handphone habis, mereka minta tolong hidupkan genset,” kata Kapolsek X Koto, Iptu Martheriko.
Dari lima remaja yang sempat berada di lokasi, dua memilih pulang ke rumah. Sementara tiga lainnya tetap berada di kamar belakang masjid hingga tertidur.
- Korban Ditemukan Mengenaskan
Warga menemukan para korban pada Sabtu pagi dalam kondisi kritis. Satu korban sudah meninggal di lokasi, sedangkan dua lainnya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, satu korban lagi akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan. Sementara satu korban lainnya masih dirawat dalam kondisi koma.
“Kondisi korban saat ditemukan ada busa di bagian bibir. Dua meninggal dunia dan satu masih dirawat,” kata Martheriko.
- Bukan Semuanya Santri
Di awal informasi yang beredar, korban disebut sebagai santri. Namun fakta terbaru menunjukkan ketiga remaja itu berasal dari sekolah yang berbeda dan tidak semuanya tinggal di pondok pesantren.
Salah satu korban meninggal berinisial HAK merupakan siswa MTs Diniyah Pandai Sikek. Korban meninggal lainnya, GA, diketahui sebagai santri Pondok Pesantren MTI Koto Tinggi. Sedangkan korban yang selamat berinisial H merupakan pelajar MAN 2 Padang Panjang Koto Baru.
“H dan G satu pondok tahfiz di Surau Dakwah. Dan H sudah lama tidak di sana,” kata Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek, Nailil Husna.
- Korban Tinggal Dekat Masjid
Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek menegaskan bahwa kejadian itu terjadi di luar lingkungan sekolah. Para korban diketahui tinggal di sekitar area masjid dan hanya berkumpul di sana saat listrik padam.
“Mereka tidak tinggal di asrama. Rumahnya dekat area masjid,” tuturnya.
- Masih Diselidiki Polisi
Meski dugaan kuat mengarah pada keracunan asap genset, polisi masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban.
Petugas juga mendalami bagaimana posisi genset, kondisi ventilasi ruangan, hingga kemungkinan para korban tidak menyadari paparan gas beracun saat tertidur.
“Diduga pintu ruangan tempat genset menyala itu tertutup saat para korban tertidur,” kata Martheriko. (ICA)

5 hours ago
7











































