Langgam.id – Pemain Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly, telah resmi bersergam Semen padang FC untuk kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
General Manager Semen Padang FC, Denny Shulton, mengungkap cerita di balik keberhasilan Kabau Sirah merekrut gelandang senior Timnas Indonesia tersebut. Di luar dugaan, proses transfer pemain itu berlangsung sangat cepat dan bermula dari sebuah video call santai melalui WhatsApp.
Denny mengatakan, komunikasi awal dengan Fano terjadi pada 12 Juli 2026. Saat itu, ia tengah berada di mess tim di Country Wood ketika menerima panggilan video dari pemain berusia 36 tahun tersebut. Percakapan yang awalnya hanya sebatas saling menanyakan kabar berkembang menjadi pembahasan mengenai situasi karier sang pemain.
“Awalnya kami hanya berbincang santai seperti biasanya. Kami memang masih sering berkomunikasi dengan beberapa pemain Timnas. Dari obrolan sekitar 10 menit itu, saya akhirnya mengetahui kondisi Fano saat ini, termasuk kisaran nilai kontraknya dan beberapa tawaran yang sedang dia pertimbangkan,” ujar Denny seperti diceritakannya di blog pribadinya dilihat Langgam.id, Kamis (16/7/2026).
Melihat peluang tersebut, Denny langsung bergerak cepat. Ia segera berkoordinasi dengan pelatih kepala Nilmaizar dan Presiden Klub Andre Rosiade. Saat itu, Semen Padang FC masih memiliki satu slot pemain untuk melengkapi kuota 35 pemain yang akan didaftarkan menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Setelah mendapatkan persetujuan dari jajaran pelatih dan manajemen terkait kebutuhan tim serta kesesuaian anggaran, pembicaraan dengan Fano pun berubah menjadi negosiasi profesional.
“Begitu pelatih memberikan lampu hijau dan Presiden Klub menyatakan setuju dengan nilai yang kami ajukan, saat itu juga pembicaraan berubah dari sekadar obrolan teman menjadi negosiasi profesional. Kalau diingat sekarang, memang lucu juga karena transfer besar ini bermula dari video call santai,” katanya.
Menurut Denny, keberhasilan mendatangkan Fano bukan semata-mata karena faktor finansial. Ia menilai mantan pemain Bali United itu tertarik dengan visi dan proyek jangka panjang yang sedang dibangun Semen Padang FC.
Denny mengungkapkan, Fano bahkan bersedia menerima nilai kontrak yang lebih rendah dibandingkan tawaran yang diterimanya dari klub lain.
“Fano adalah contoh pesepak bola profesional sejati. Dia memahami visi yang kami tawarkan dan percaya dengan proyek besar yang sedang kami bangun. Bahkan dia bersedia menerima nilai kontrak yang kami berikan, padahal ada tawaran lain yang nilainya lebih tinggi,” jelasnya.
Dengan bergabungnya Fano, Semen Padang FC resmi melengkapi komposisi skuad menjadi 35 pemain. Denny menilai skuad musim ini memiliki perpaduan ideal antara pemain senior berpengalaman dan talenta muda yang pernah ditempanya saat bertugas bersama Timnas Indonesia.
Sejumlah nama senior seperti Esteban Vizcarra, Ilija Spasojević, Novri Setiawan, Rezaldi Hehanussa, Rizky Hargianto, Alwi Slamet, Firman Juliansyah Tahar, hingga Erwin Gutawa akan menjadi tulang punggung tim. Mereka dipadukan dengan pemain muda seperti Ikram Al Giffari, Bagas Kaffa, David Maulana, dan Mohamad Andre Pangestu.
Denny menyebut kedekatannya dengan banyak pemain tidak terlepas dari pengalamannya mendampingi pelatih Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia pada periode 2020 hingga 2026. Selama periode itu, ia menangani tim nasional kelompok usia U-20, U-23, hingga tim senior.
Pengalaman tersebut membuatnya memahami karakter para pemain, sekaligus membangun hubungan yang dilandasi keterbukaan.
“Saya selalu berbicara apa adanya kepada pemain. Kalau anggaran kami tidak memungkinkan, saya sampaikan dengan jujur. Saya tidak suka memberikan janji-janji yang tidak realistis. Transparansi itu yang akhirnya membangun kepercayaan mereka,” kata Denny.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan merekrut Fano merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen klub, mulai dari Presiden Klub Andre Rosiade, CEO Ammar, COO Levi, CFO Freddo Syukri, jajaran direksi, komisaris, tim pelatih, ofisial, hingga para sponsor yang mendukung perjalanan Semen Padang FC.
Kini, setelah proses pembentukan skuad rampung, Denny berharap fokus seluruh tim beralih ke persiapan di lapangan. Menurutnya, pekerjaan manajemen dalam menyusun komposisi pemain telah selesai, dan kini saatnya tim besutan Nilmaizar membuktikan kualitas tersebut di kompetisi.
“Perang di atas meja negosiasi sudah selesai. Tugas kami mengumpulkan pemain telah tuntas. Sekarang saatnya standar tinggi yang sudah kami bangun dibuktikan oleh Coach Nilmaizar dan seluruh pemain di atas lapangan,” pungkasnya. (WAN)

8 hours ago
7

















































